Manado
Prokamling, Strategi Inovatif Camat Imanuel Mandak
MANADO,mediakontras.com – PAGI belum terlalu tinggi ketika perahu yang membawa rombongan dari Kecamatan Bunaken Kepulauan bergerak meninggalkan daratan Manado. Laut menjadi jalan, ombak menjadi irama perjalanan. Tujuannya satu: Pulau Manado Tua, tempat di mana warga sudah menunggu sebuah kegiatan yang sederhana namun bermakna—Program Keamanan Lingkungan (Prokamling).
Kegiatan yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 12.00 WITA itu dilaksanakan di Kelurahan Manado Tua Dua. Camat Bunaken Kepulauan Imanuel Mandak memandu langsung jalannya forum. Hadir sebagai narasumber Kapolsek Bunaken Kampung IPTU Eko Feryyanto, Danramil 1309 Letda Inf. Marpin, Ketua PKK Kecamatan Grace Tumbel, serta pegiat lingkungan dan jurnalis Reymoond Kex Mudami.
Namun Prokamling di Bunaken Kepulauan bukan sekadar kegiatan rutin keamanan lingkungan. Ia menjadi ruang dialog terbuka antara pemerintah kecamatan dan masyarakat kepulauan.
Di forum itu, warga bebas menyampaikan pertanyaan, keluhan, bahkan harapan mereka. Dari soal keamanan lingkungan, persoalan sosial, hingga isu lingkungan yang menjadi perhatian masyarakat pulau. Antusiasme warga terlihat jelas. Mereka tidak sekadar datang sebagai peserta, tetapi sebagai bagian dari percakapan bersama tentang masa depan wilayah mereka.
Bagi pemerintah kecamatan, forum seperti ini menjadi kesempatan penting untuk mendengar langsung suara warga. Tidak melalui laporan tertulis atau perantara birokrasi, melainkan dari percakapan yang hidup di tengah masyarakat.
Inisiatif ini memperlihatkan gaya kepemimpinan Imanuel Mandak yang memilih mendekatkan pelayanan kepada warga. Di wilayah kepulauan yang dipisahkan laut, jarak sering kali menjadi penghalang komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Prokamling yang digagas kecamatan menjadi cara sederhana namun efektif untuk menjembatani jarak tersebut.
Pengalaman panjang Mandak di lapangan tampaknya membentuk cara pandangnya dalam memimpin. Lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Sam Ratulangi tahun 1999 itu tidak langsung masuk birokrasi. Ia terlebih dahulu bergabung dengan LPTP (Lembaga Pengembangan Teknologi Pedesaan) Manado, sebuah NGO yang bergerak dalam pengembangan masyarakat.

Di lembaga itu, ia terlibat dalam berbagai program pembangunan berbasis masyarakat, mulai dari proyek pengembangan industri kecil menengah bersama Disperindag Sulawesi Utara, program perbaikan kampung (KIP–CBD), hingga monitoring Program Pengembangan Kecamatan dan P2KP dari Kementerian Pekerjaan Umum.
Pengalaman di dunia pemberdayaan masyarakat itu menjadi bekal penting ketika ia kemudian bergabung sebagai ASN di Kecamatan Bunaken pada tahun 2005.
Kariernya berkembang bertahap. Tahun 2009 ia menjabat Kasubbag Keuangan Kecamatan Bunaken. Dua tahun kemudian dipercaya sebagai Kepala Seksi Pemerintahan. Dalam posisi itu pula ia ikut menangani proses pemekaran wilayah yang melahirkan dua kecamatan: Bunaken dan Bunaken Kepulauan.
Tahun 2014 ia diangkat sebagai Sekretaris Kecamatan Bunaken Kepulauan. Hingga akhirnya pada tahun 2022 dipercaya memimpin kecamatan tersebut sebagai camat.
Pengalaman panjang itu membuat Mandak memahami betul karakter wilayah yang ia pimpin—sebuah kecamatan kepulauan yang mengharuskan pemimpinnya akrab dengan laut.
Hampir setiap hari ia harus menyeberang dari daratan Manado menuju pulau-pulau di wilayah kerjanya. Perjalanan yang bagi sebagian orang mungkin terasa melelahkan, namun bagi Mandak justru menjadi bagian dari rutinitas pengabdian.
Rekan-rekan yang mengenalnya menyebut ia memiliki keberanian dan energi yang tidak biasa. Nyali yang cukup besar untuk menghadapi risiko perjalanan laut, sekaligus ketekunan untuk terus hadir di tengah masyarakat.
Ia juga dikenal memiliki jaringan yang luas dan hubungan yang baik dengan berbagai pihak, termasuk kalangan media. Sikap terbuka dan komunikatif membuatnya cukup dekat dengan para wartawan yang kerap meliput kegiatan pemerintahan di wilayah kepulauan.
Dalam kegiatan Prokamling di Manado Tua Dua, kepemimpinan itu kembali terlihat. Forum berjalan hidup. Warga aktif berbicara. Aparat keamanan memberikan penjelasan. Pemerintah kecamatan mendengar dan mencatat.
Di sela kegiatan, Ketua PKK Kecamatan Grace Tumbel juga menyerahkan bantuan bibit rica kepada warga. Sebuah simbol kecil dari upaya pemberdayaan keluarga di wilayah kepulauan.
Bagi banyak orang, kegiatan seperti ini mungkin terlihat sederhana. Namun di wilayah kepulauan, kehadiran pemerintah secara langsung memiliki makna yang jauh lebih besar.
Dan di balik aktivitas yang kadang dimulai sejak pagi buta itu, ada keluarga yang ikut meneguhkan langkahnya. Grace Tumbel bukan hanya mendampingi sebagai istri camat, tetapi juga aktif menggerakkan kegiatan PKK yang menyentuh kehidupan warga di pulau-pulau.
Di wilayah seperti Bunaken Kepulauan, kepemimpinan sering kali diuji bukan oleh meja rapat, melainkan oleh ombak dan jarak.
Setiap hari, laut menjadi jalan pengabdian. Dari daratan Manado hingga pulau-pulau kecil di seberang, langkah Imanuel Mandak menegaskan satu hal sederhana: pelayanan publik harus sampai ke tempat di mana rakyat berada.
Barangkali itulah makna kepemimpinan di wilayah kepulauan—bukan sekadar jabatan, melainkan keberanian untuk terus menyeberang, memastikan negara benar-benar hadir di pulau-pulau yang sering terasa jauh dari pusat perhatian.(*)