Berita
Kuota BSPS Bagi Sulut Naik Drastis dari 748 Unit Menjadi 8.198 Unit di 2026
Manado.Mediakontras.com – Kabar gembira bagi masyarakat di Sulawesi Utara (Sulut). Daerah ini mermupakan salah satu daerah yang mendapat perhatian besar dari pemerintah pusat dalam sektor perumahan.
Dari pertemuan Musrembang yang dilaksanakan di Aula Mapalus Kantor Gubernur, pada Kamis (09/04/02026) terungkap lonjakan signifikan, untuk alokasi program bantuan perumahan tahun 2026. Bahkan mencapai lebih dari seribu persen dibanding tahun sebelumnya.

Dalam pemaparan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, alokasi Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk Sulut naik drastis dari 748 unit pada 2025 menjadi 8.198 unit pada 2026.
Dalam petemuan ini, Maruarar Sirait melakukan diskusi dua arah antara bersama pimpinan kabupaten/kota se-Sulut.
Ada beberapa kabupaten/kota pada tahun 2025 tidak mendapat bantuan namun tahun 2026 ini mencapai 400-600 unit yang dibantu.
Kenaikan ini membuat Sulut sebagai salah satu provinsi dengan peningkatan paling signifikan dalam dukungan program perumahan nasional.
Lonjakan tersebut tidak lepas dari komitmen pemerintah pusat dalam mendorong pemerataan pembangunan, khususnya melalui program 3 juta rumah yang menjadi bagian dari Prioritas Nasional RPJMN 2025–2029. Program ini menyasar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), termasuk pekerja informal, ASN, hingga anggota TNI/Polri berpangkat rendah.
Distribusi bantuan tidak hanya terfokus di wilayah perkotaan seperti Manado, tetapi juga menjangkau daerah kepulauan dan wilayah terpencil.
Bahkan di daerah Kepulauan Sangihe, Talaud, hingga Bolaang Mongondow Raya turut mendapatkan porsi alokasi yang cukup besar, menunjukkan adanya pendekatan pembangunan yang lebih merata di Sulut.
Program perumahan ini tidak hanya berdampak pada penyediaan hunian layak, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi daerah.
Melalui skema pembiayaan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan dan FLPP, sektor konstruksi, pengembang, hingga usaha bahan bangunan ikut terdorong. Hingga awal April 2026, realisasi kredit program perumahan di Sulut telah mencapai sekitar Rp91 miliar dengan ratusan debitur.
Hal ini menunjukkan bahwa sektor perumahan mulai memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian lokal.
Selain pembangunan rumah baru dan renovasi, pemerintah juga memprioritaskan peningkatan kualitas kawasan permukiman kumuh.
Di Sulut, salah satu rencana strategis adalah pembangunan rumah susun bagi MBR di kawasan Paniki Dua, Kota Manado, yang dinilai memiliki akses strategis serta didukung fasilitas umum yang memadai.
Secara nasional, program ini ditujukan untuk mengatasi backlog perumahan yang masih tinggi, yakni 9,9 juta kekurangan kepemilikan rumah dan 26,9 juta rumah tidak layak huni.
Dengan peningkatan alokasi yang signifikan di Sulut, pemerintah berharap masyarakat dapat merasakan langsung manfaat program ini, sekaligus mempercepat terwujudnya hunian layak, terjangkau, dan berkelanjutan di Bumi Nyiur Melambai.(*)