Ekonomi
Indosat-Nokia-NVIDIA Gotong Royong Bangun Jaringan 5G Berbasis AI di Seluruh Indonesia
JAKARTA, mediakontras.com – Dalam langkah monumental yang menandai babak baru transformasi digital Tanah Air, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) resmi mengumumkan kolaborasi strategis dengan raksasa telekomunikasi asal Finlandia, Nokia, serta raksasa chip teknologi Amerika Serikat, NVIDIA.
Kesepakatan yang diumumkan di Espoo, Finlandia, pada Senin (8/6) ini bertujuan untuk memodernisasi jaringan seluler Indosat secara masif melalui penerapan teknologi 5G Radio Access Network (RAN) yang canggih dan terintegrasi dengan kecerdasan buatan (AI).
Kolaborasi ini bukan sekadar peningkatan kecepatan internet, melainkan sebuah lompatan besar untuk menjadikan konektivitas sebagai fondasi kecerdasan. Nokia akan bertindak sebagai mitra teknologi utama yang mendukung penerapan jaringan 5G pada pita frekuensi rendah dan menengah. Strategi ini dirancang khusus untuk menjangkau pelanggan hingga ke pelosok negeri, memastikan bahwa masyarakat di timur Indonesia tidak tertinggal dari gelombang digital.
AI dan 5G Menyatu
Yang membedakan proyek ini dari proyek 5G lainnya adalah integrasi penuh dengan ekosistem AI. Jaringan 5G yang akan dibangun ini siap diaktifkan dengan arsitektur AI-RAN (Artificial Intelligence Radio Access Network) dan penerapan AI Grid—hasil kolaborasi strategis dengan NVIDIA. Hal ini memungkinkan kecerdasan buatan dan konektivitas super cepat dapat didekatkan hingga ke tingkat masyarakat paling bawah.
Visi ini melampaui kebutuhan dasar. Pengalaman digital yang akan dirasakan pelanggan mencakup hiburan digital imersif seperti game awan (cloud gaming), hingga konektivitas yang sangat andal untuk mendukung pekerjaan, pendidikan jarak jauh, dan komunikasi sehari-hari. Bagi sektor korporasi dan industri, jaringan baru ini akan membuka pintu bagi otomatisasi cerdas, layanan publik digital, dan efisiensi besar-besaran di sektor kesehatan serta pertanian.
Uji Coba Lapangan Akhir Tahun 2026
Ketiga perusahaan ini tidak sekadar berwacana. Setelah sukses melakukan panggilan AI-RAN pertama di dunia pada ajang Mobile World Congress 2026, mereka kini bersiap untuk tahap selanjutnya: uji coba lapangan di Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pada akhir tahun 2026.
Selain itu, Nokia akan mengembangkan algoritma AI baru yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi spektrum pada platform AI-RAN milik NVIDIA. Kemampuan ini diharapkan menjadi bagian penting dari uji coba mendatang. Kolaborasi ini akan didukung penuh oleh AI-RAN Innovation Center yang berlokasi di Surabaya dan ekosistem NVIDIA AI Technology Center.
Pernyataan Para CEO
Presiden Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, dalam sambutannya menegaskan komitmen perusahaan untuk melayani lebih baik. “Di Indosat, kami terus berkembang untuk melayani pelanggan #LebihBaik dengan memahami kebutuhan mereka secara lebih mendalam. Bersama Nokia dan NVIDIA, kami membangun fondasi jaringan terintegrasi AI yang akan meningkatkan kualitas konektivitas serta menghadirkan pengalaman digital yang lebih lancar bagi setiap pelanggan di seluruh Indonesia,”* ujar Vikram.
Sementara itu, President and CEO Nokia, Justin Hotard, menyebut bahwa evolusi jaringan selanjutnya akan ditentukan oleh integrasi kecerdasan. “Bersama Indosat dan NVIDIA, Nokia ikut membangun evolusi jaringan berikutnya, yaitu jaringan yang mampu memperluas cakupan 5G, mendukung lebih banyak layanan berbasis AI, dan menciptakan nilai jangka panjang,” tegasnya.
Senada, Ronnie Vasishta, SVP Telecoms NVIDIA, menambahkan, “Indosat dan Nokia menunjukkan bagaimana jaringan 5G dapat berkembang menjadi platform kecerdasan… Kami membantu membangun arsitektur di mana AI dan konektivitas dapat berjalan berdampingan untuk meningkatkan efisiensi dan mendukung transformasi digital dalam skala besar.”
Teknologi Canggih dan Target Jangkauan
Sebagai bagian teknis dari kesepakatan, Nokia akan mengimplementasikan perangkat radio generasi terbaru seperti Habrok dan Pandion, baseband Levante, serta platform manajemen jaringan otomatis. Strategi penerapannya pun ambisius: 5G pita frekuensi rendah akan menjangkau seluruh jaringan Indonesia, sementara 5G pita frekuensi menengah ditargetkan mencakup sekitar 80% jaringan dalam kurun waktu 3,5 tahun ke depan.
Dengan otomatisasi berbasis AI dan teknologi hemat energi, langkah ini tidak hanya menjanjikan kecepatan, tetapi juga efisiensi operasional dan keberlanjutan lingkungan. Indosat, Nokia, dan NVIDIA percaya bahwa proyek ini akan menjadi fondasi utama bagi AI Grid—sebuah ekosistem kecerdasan terpadu yang akan memberdayakan perekonomian Indonesia dan menciptakan nilai baru di berbagai sektor, dari korporasi hingga layanan publik. (*)