Bolmong
Balai Taman Nasional Dinilai Pilih Kasih Tertibkan PETI di Kawasan TNBNW
BOLMONG – Pasca penertiban Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW) wilayah Desa Mengkang, Kecamatan Lolayan, pihak Balai Taman Nasional ditantang agar dapat menertibkan PETI diwilayah kawasan TNBNW Dumoga.
Pasalnya, penertiban PETI yang beraktivitas di kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW) terkesan pilih kasih dan hanya pandang bulu.
Sementara, hanya aktivitas PETI di wilayah TNBNW Mengkang yang kerap menjadi sasaran penertiban. Disisi lain, PETI di kawasan TNBNW Dumoga tidak pernah sekalipun disentuh oleh pihak Balai Taman Nasional.
” Kami sebagai masyarakat penambang tradisional yang taat hukum, meminta penertiban PETI di kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone, jangan hanya diwilayah kawasan di Mengkang. Sementara yang jelas jelas di depan mata , seperti di Kawasan Dumoga tidak pernah ditertibkan oleh pihak Taman Nasional,” ujar Rudi Mois salah warga Bolmong.
Menurutnya, penertiban PETI di kawasan Taman Nasional sepertinya hanya pilih kasih. Oleh karena itu, kami sebagai penambang meminta pihak Taman Nasional segera menertibkan PETI di kawasan Taman Nasional Toraut Dumoga.
” Seharusnya pihak Taman Nasional tegas dan tidak tutup sebelah mata dalam melakukan penertiban. Kami masyarakat penambang menunggu langkah tegas dari pihak Taman Nasional. Jika dalih menjaga ekosistem dan keanekaragaman taman Nasional, harusnya semua aktivitas berpotensi merusak keasrian Taman Nasional wajib ditindak,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW) Decky Hendra Prasetya, S.Hut., MPA, saat dikonfirmasi mengatakan jika pihaknya akan melanjutkan penertiban aktivitas PETI di kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone.
“Pasti lanjut untuk penertiban. Tapi untuk wilayah dumoga kita atur langkah lankahnya dulu agar lebih efektif,” tegasnya.
Taman Nasional Bogani Nani Wartabone adalah taman nasional darat terbesar di Sulawesi (seluas ~ 282.000 hektare) yang membentang di Provinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo. Kawasan ini merupakan pusat konservasi flora dan fauna endemik seperti Burung Maleo, Anoa, dan Babi Rusa, serta menyimpan situs prasejarah. (***)