Olahraga
Atlet BJE Sulut Perkuat Bhayangkara Polres Boltara di Kampung Halaman, Siapa Dia?
Boltara, mediakontras.com – Sebuah kisah inspiratif datang dari gelaran Kejuaraan Bola Voli HUT Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara). Seorang atlet putra daerah yang kini berkiprah di luar, justru pulang dan memperkuat klub kebanggaan Polres setempat. Bukan sekadar tampil, ia hadir dengan segudang pengalaman dan jurus pamungkas yang ia peroleh dari didikan pelatih profesional.
Dialah Sasczha Arsyafitrah Maharaja, atlet Bola Voli BJE Sulut yang akrab disapa Fitrah. Sosok kelahiran Boltara ini secara khusus didapuk untuk memperkuat klub Bhayangkara Polres Boltara di ajang turnamen yang digelar di kampung halamannya sendiri.
Kehadiran Fitrah bukanlah sekadar seremoni. Menurut putra pasangan Syamsuddin dan Puput Resa L Kohongia, ini adalah wujud nyata kecintaan kepada tanah kelahiran. “Bagi saya, bermain di tempat lahir adalah kebanggaan tersendiri. Tapi saya juga bangga dengan perjalanan di BJE Sulut,” ujar Fitrah saat ditemui.

Perjalanan karier Fitrah di BJE Sulut bukanlah hal instan. Di klub tersebut, ia ditempa dan mulai mengenal dunia bola voli secara serius di bawah bimbingan pelatih kepala Joko Susanto. Lelaki yang disebutnya memiliki tangan dingin itu dinilai berhasil mengubahnya menjadi atlet yang tangguh.
“Saya pasti bangga main di tanah kelahiran, tapi juga bangga atas apa yang saya dapat selama di klub BJE Sulut. Di bawah pelatih bertangan dingin Pak Joko Susanto, karena beliau saya bisa seperti saat ini,” ungkap Fitrah penuh haru.
Dampak kehadiran Fitrah langsung terasa. Klub Bhayangkara Polres Boltara mendadak berwarna baru. Terbukti, dalam tiga pertandingan awal, ia berhasil melewatinya dengan apik. Dalam setiap laga, permainan Fitrah menjadi motor serangan yang merepotkan lawan.
Saat dihubungi mediakontras.com, Fitrah mengakui bahwa ilmu yang diberikan oleh Pelatih Kepala BJE Sulut, Joko Susanto, menjadi senjata pamungkasnya. “Setiap kemenangan buat klub, saya selalu mengandalkan fondasi yang diajarkan Pak Joko,” akunya.
Di akhir wawancara, pemain muda itu merendah memohon doa. “Terima kasih kepada Pak Joko Susanto. Doakan saya semoga bisa memberikan yang terbaik buat Bhayangkara Polres Boltara,” pungkas Fitrah dengan senyum penuh harap.
Kisah Fitrah menjadi bukti bahwa atlet daerah yang berkiprah di luar pun tak pernah melupa akar. Dan ketika pulang, ia bukan hanya sekadar pemain, tapi juga pembawa kebanggaan. (*)