Artikel
Satu Tahun Simfoni CS-SR: Harmoni Kepemimpinan dalam Akselerasi Pembangunan Tomohon
Oleh: Stefy Edwin Tanor ,SE, Ak, MM
Genap satu tahun sudah perjalanan kepemimpinan Walikota Caroll J.A. Senduk, SH (CS) dan Wakil Walikota Sendy G.A. Rumayar, SE, M.IKom (SR) menakhodai Kota Tomohon.
Dalam diskursus manajemen pemerintahan, tahun pertama sering kali dianggap sebagai masa transisi atau konsolidasi.
Namun, bagi pasangan CS-SR, satu tahun ini justru menjadi panggung peragaan sebuah harmoni kolaborasi yang jarang kita temui dalam dinamika politik lokal.
Sebagai kota yang dikenal dengan kesejukan alamnya, Tomohon kini juga merasakan kesejukan dalam tata kelola birokrasinya berkat sinkronisasi kedua pemimpin ini.
Fondasi Harmoni: Melampaui Sekadar Jabatan
Secara teknokratis, efektivitas sebuah pemerintahan sangat bergantung pada hubungan antara kepala daerah dan wakilnya.
Kita sering melihat di berbagai daerah bagaimana “pecah kongsi” terjadi bahkan sebelum masa jabatan mencapai satu tahun. Namun, di Tomohon, CS dan SR menunjukkan anomali positif.
Caroll Senduk, dengan kematangan pengalaman dan gaya kepemimpinan yang mengayomi, bersinergi secara organik dengan Sendy Rumayar yang membawa energi muda, kecerdasan komunikasi, dan perspektif modern.
Kolaborasi ini bukan sekadar bagi-bagi tugas administratif, melainkan sebuah integrasi visi. CS sebagai dirigen utama memberikan ruang aktualisasi yang luas bagi SR untuk bergerak, sementara SR menunjukkan loyalitas dan dedikasi yang tinggi dalam mengawal program-program strategis.
Harmoni inilah yang menjadi modal sosial (social capital) paling berharga bagi masyarakat Tomohon saat ini.
Sinkronisasi Kebijakan: Menuju Tomohon Hebat
Dalam satu tahun terakhir, kita melihat bagaimana visi “Tomohon Hebat” bukan lagi sekadar jargon kampanye, melainkan mulai terlembagakan ke dalam kebijakan publik yang terukur.
Dari perspektif akuntansi manajemen, efisiensi anggaran terlihat dari bagaimana Pemerintah Kota Tomohon mulai memprioritaskan belanja modal yang langsung menyentuh kepentingan publik.
Sektor pertanian dan pariwisata, yang merupakan tulang punggung ekonomi Tomohon, mendapat perhatian serius.
Keberhasilan penyelenggaraan Tomohon International Flower Festival (TIFF) di bawah kepemimpinan mereka bukan hanya soal seremoni, melainkan upaya memperkuat posisi Tomohon di peta pariwisata dunia sekaligus menggerakkan ekonomi riil para petani bunga di kaki Gunung Lokon dan Mahawu.
Di sini, peran SR dalam mengomunikasikan potensi kota ke level nasional dan internasional sangat menonjol, mendampingi kebijakan makro yang ditetapkan oleh Walikota CS.
Reformasi Birokrasi dan Pelayanan Publik
Kita memahami bahwa sistem yang baik adalah sistem yang mampu memangkas hambatan (bottlenecking).
Di bawah kepemimpinan CS-SR, transformasi digital dalam pelayanan publik mulai diakselerasi.
Proses perizinan yang lebih transparan dan respons cepat terhadap keluhan warga melalui berbagai kanal digital menunjukkan bahwa birokrasi Tomohon mulai bertransformasi menjadi pelayan masyarakat yang modern.
Penempatan aparatur sipil negara (ASN) pun mulai menunjukkan arah pada meritokrasi.
Sinkronisasi antara kebijakan walikota dan pengawasan wakil walikota memastikan bahwa setiap OPD (Organisasi Perangkat Daerah) bergerak dalam frekuensi yang sama. Tidak ada ego sektoral, yang ada adalah kerja kolektif untuk mencapai target RPJMD.
Kesejahteraan Sosial: Kehadiran Negara di Tengah Rakyat
Salah satu indikator keberhasilan yang paling dirasakan warga adalah program-program jaminan sosial.
Mulai dari insentif bagi lansia, santunan duka, hingga bantuan di sektor pendidikan dan kesehatan.
CS-SR menyadari bahwa pembangunan fisik harus berjalan beriringan dengan pembangunan manusia (human development).
Keberhasilan mempertahankan opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dalam pengelolaan keuangan daerah juga menjadi bukti bahwa di balik harmoni politik yang nampak di permukaan, terdapat sistem akuntansi dan pertanggungjawaban yang kredibel di belakang layar.
Hal ini sangat penting bagi kepercayaan investor dan masyarakat terhadap integritas pemerintahannya.
Sinergitas Linear: Keuntungan Geopolitik
Tak dapat dipungkiri, harmoni kepemimpinan CS-SR juga diperkuat dengan adanya hubungan linear yang baik dengan pemerintah provinsi dan pusat.
Sinergitas ini memudahkan akses pendanaan dan program-program strategis nasional masuk ke Tomohon.
Kemampuan lobi CS yang tenang namun efektif, ditambah dengan kelincahan SR dalam membangun jejaring, membuat Tomohon mendapatkan porsi pembangunan yang signifikan dibandingkan wilayah lain.
Penutup
Menatap Masa Depan dengan Optimisme
Satu tahun memang belum cukup untuk menuntaskan seluruh persoalan kota, namun satu tahun ini telah cukup untuk meletakkan fondasi yang kokoh.
Tantangan ke depan, seperti peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja bagi lulusan perguruan tinggi, serta pelestarian lingkungan di tengah pesatnya pembangunan, menuntut konsistensi dari harmoni yang telah terbangun.
Sebagai masyarakat Tomohon, kita patut memberikan apresiasi atas setahun kepemimpinan yang minim kegaduhan dan kaya akan kolaborasi ini.
CS-SR telah membuktikan bahwa kepemimpinan yang harmoni adalah kunci utama akselerasi pembangunan.
Mari kita terus kawal perjalanan ini, karena ketika dirigen dan solis bernyanyi dalam nada yang sama, maka simfoni pembangunan Tomohon Hebat akan terdengar merdu hingga ke penjuru negeri.
Majulah Tomohon, Jayalah Rakyatnya.(*)