Connect with us

Bolmut

Arsya Relah Pungut Kelapa Hanya Karena  Ingin Rasakan Bangku Sekolah.

Ismail Mobiliu

Published

pada

Supriadi Goma Bersama Arsya

Supriadi : Ada Anak Tidak Sekolah, Lapor ke Dinas Pendidikan Untuk Dapatkan Penanganan

BOLTARA, mediakontras.com – Arsya Eka Putra Mararo anak dari pasangan Ikra Mararo dan Nurnaningsi Bakari Warga Desa Saleo 1 Kecamatan Bolangitang Timur Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (BOLTARA) akhirnya bisa Kembali merasakan Pendidikan bangku Sekolah Dasar. Senin (13/7/2026).

Cerita Panjang penuh liku mengiringi perjalanan Arsya panggilan akrabnya  untuk bisa mendapatkan Pendidikan secara layak di bangku sekolah. Dia rela meninggalkan kedua orangtua dan adik bungsunya yang tinggal diwilayah Perkebunan Desa Saleo 1 yang lumayan jauh dari perkampungan warga hanya demi sebuah cita mendapatkan Pendidikan yang layak dan menjadi seorang tentara.

Menurut warga sekitar, Arsya pernah bersekolah di Desa tetangga namun itu hanya berjalan setahun dan pupus ditengah jalan hanya karena jarak tempuh dari rumahnya yang berada diwilayah Perkebunan lumayan jauh serta kondisi ekonomi keluarganya yang sangat berkecukupan. Kesehariannya hanya dihabiskan bermain dan mencari kelapa yang jatuh untuk dijual demi melangsungkan hidup bahkan menurut warga sekitar Arsya pernah lemah tak berdaya dan istirahat di Rumah Dinas Guru (RDG) di Desa Saleo 1 karena tidak bisa pulang rumah dan tidak bisa makan selama 3 hari.

“Kalau tidak cari kelapa untuk dijual saya tidak bisa makan. Tapi saya juga ingin merasakan sekolah karena cita – cita saya ingin menjadi tantara,” ungkap anak kecil yang sudah merasakan pahit manisnya kehidupan Arsya.

Penuturan warga sekitar, dia rela menyisihkan hasil jualan kelapa untuk ditabung demi membeli seragam sekolah, tas dan alat tulis serta berpisah dengan orang tuanya demi untuk bersekolah.

“Saya ingin sekolah saya ingin jadi tantara,”kata Arsya setiap saat saat ditanya.

Dia juga mengatakan tidak akan pernah malu meski bisa sekelas dengan teman – temannya meski umur mereka jauh berbeda dibawahnya.

Aktifis dan pegiat Pendidikan Abdul Eba Nani merasa miris anak sekecil Arsya sudah mersakan pahitnya kehidupan, menurut Eba harusnya anak seusianya bisa mendapat jaminan untuk bersekolah karena semuanya dilindungi dan difasilitasi oleh Negara.

“Pihak sekolah harusnya proaktif mendata anak – anak yang secara ekonomi tidak mampu untuk sekolah kami sangat berharap agar anak seperti Arsya bisa mendapat perhatian serius dari Dinas Pendidikan,” harap Eba akrabnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan BOLTARA Supriadi Goma S.Pd.I  mengatakan, Pendidikan adalah urusan wajib pelayanan dasar. Oleh karena itu dalam UU ditegaskan bahwa dalam APBN/APBD dialokasikan 20% anggaran. Sehingga itu, pendidikan dasar dan menengah bersifat gratis karena itu merupakan hak warga negara..

Pemda sendiri menurutnya telah menyiapkan berbagai kebijakan di bidang pendidikan, diantaranya bantuan perlengkapan sekolah untuk keluarga miskin, serta bantuan siswa berprestasi.

“Dinas pendidikan berharap agar jika ditemukan anak usia sekolah yang tdk bersekolah, agar dilaporkan untuk mendapatkan penanganan  pemerintah. Kami juga sudah menyampaikan kepada kepala  satuan pendidikan agar proaktif memantau anak usia sekolah diwilayahnya masing-masing,” singkat Supriadi

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Regarsport
Regarsport
Pegadaian

Sosial Media

/** * Use the following code in your theme template files to display breadcrumbs: */