Ekonomi
Target KUR BRI Region 16 Manado Capai Rp4,6 Triliun di 2026
Rizky Andhika: Pers Mitra Strategis Edukasi UMKM
Manado, mediakontras.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong roda perekonomian di Sulawesi Utara. Di tahun 2026, BRI Region 16 Manado menargetkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) skema mikro hingga Rp4,674 Triliun.
Target optimistis ini disampaikan langsung oleh Rizky Andhika, Regional Mikro Banking Head BRI Region 16 Manado, dalam acara silaturahmi bersama insan pers Sulut yang berlangsung santai di Bumber Cafe, Senin (11/5/2026).
”Hingga April 2026, realisasi penyaluran KUR di wilayah kami sudah tembus Rp1,501 Triliun. Kami yakin, dengan semangat kolaborasi, target Kur Mikro Rp4,674 Triliun dan KUR Kecil Rp751 Miliar bisa tercapai hingga Desember 2026,” papar Rizky di hadapan para wartawan.
Dalam pemaparannya, Rizky juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada rekan-rekan pers. Menurutnya, media memiliki peran krusial sebagai jembatan informasi antara perbankan dan masyarakat.
”Kami sangat mengapresiasi peran pers. Selama ini, teman-teman wartawan banyak membantu mengedukasi program-program BRI kepada warga, terutama para pelaku UMKM di pelosok,” ujar pria asal Jawa Timur tersebut.
Pemberdayaan UMKM Massif melalui Rumah BUMN dan Desa BRILian
Tidak hanya fokus pada pembiayaan, BRI Region 16 Manado juga gencar melakukan pendampingan. Hingga April 2026, tercatat sebanyak 3.226.259 user Link UMKM secara nasional, sementara untuk Region Manado sendiri terdapat 9.136 user link.
Salah satu motor penggerak utama pemberdayaan adalah Rumah BUMN Manado. Sepanjang Maret 2026, Rumah BUMN telah menggelar 18 kali pelatihan yang diikuti oleh 270 UMKM, dengan total enam ribu lebih komunitas binaan.
Materi pelatihan yang diberikan meliputi:
· Sertifikasi Halal Produk UMKM
· Business matching
· Branding produk
· Akses permodalan

Selain itu, program Desa BRILian juga menjadi andalan BRI untuk membangun ekosistem digital di perdesaan. Hingga April 2026, sebanyak 280 desa telah mengikuti program ini, dengan 21 desa baru diusulkan untuk mengikuti pelatihan New Desa BRILian 2026.
”Kami melakukan pendampingan langsung, pelatihan online, hingga pendalaman potensi desa (Deeping Desa BRILian) agar BUMDes dan UMKM di desa bisa naik kelas,” jelas Rizky.
Tantangan dan Upaya Mendorong UMKM Naik Kelas.
Rizky mengakui masih ada sejumlah tantangan dalam pemberdayaan UMKM di Sulut. Di antaranya adalah literasi teknologi yang baru sebatas WhatsApp Business dan Instagram, akses permodalan, daya saing branding, rantai pasok, serta masalah sumber daya manusia yang masih bersifat one man show (pemilik merangkap admin, kurir, hingga customer service).
Untuk menjawab tantangan tersebut, BRI menyiapkan sejumlah strategi:
1. Peningkatan Kapasitas: Mempermudah akses modal usaha melalui KUR Mikro dan KUR Kecil.
2. Perluasan Pasar: Pendampingan onboarding ke marketplace, pendampingan ekspor, serta business matching dengan agregator.
3. Peningkatan Kapabilitas: Pelatihan literasi keuangan dan digitalisasi.
4. Inovasi Produk: Pendampingan branding melalui program klaster usaha maupun Rumah BUMN.
”Apapun program pemerintah, kami selalu mendukung penuh UMKM untuk naik kelas. Sekali lagi, terima kasih atas dukungan rekan-rekan pers,” tutup Rizky Andhika mengakhiri sesi tanya jawab yang hangat.(*)