Connect with us

Biak Numfor

Bupati Biak: Tragedi Ledakan Fandoi Diduga Berawal dari Upaya Membuka Bom Perang

Henrry Morin

Published

pada

Tragedi Ledakan Fandoi 2

BIAK NUMFOR – Tragedi ledakan dahsyat yang mengguncang kawasan Belakang Dambri, sebelah Pasar Ikan Fandoi, Jalan Wolter Monginsidi, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Minggu (31/5/2026) pukul 14.40 WIT, menyisakan duka mendalam bagi masyarakat Kabupaten Biak Numfor.

Ledakan yang diduga berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II itu tidak hanya menghancurkan permukiman warga, tetapi juga merenggut enam nyawa sekaligus dalam hitungan detik. Berdasarkan data awal TAGANA Kementerian Sosial Kabupaten Biak Numfor, sedikitnya delapan rumah terdampak, dengan lima rumah hancur total dan tiga rumah mengalami kerusakan ringan.

Foto rekaman ledakan Bom dari CCTV Pelindo Biak
Foto rekaman ledakan Bom dari CCTV Pelindo Biak

Enam korban yang meninggal dunia di lokasi kejadian masing-masing adalah Moris Raubaba, Delfin Raubaba, Israel Raubaba, Yulianus Raubaba, Mira Ayorbaba, dan Anes Marandof.

Di tengah proses evakuasi dan identifikasi korban, perhatian publik tertuju pada dugaan penyebab ledakan yang menurut keterangan awal bukan disebabkan oleh faktor alam maupun gangguan teknis biasa. Dugaan kuat mengarah pada aktivitas pembongkaran atau penanganan bom peninggalan Perang Dunia II yang masih banyak ditemukan di wilayah Biak, salah satu basis pertahanan penting pada masa perang Pasifik.

Persiapan Evakuasi di TKP oleh TNI di pimpin Langsung Oleh Dandim Biak Numfor
Persiapan Evakuasi di TKP oleh TNI di pimpin Langsung Oleh Dandim Biak Numfor

Bupati Biak Numfor, Markus Oktovianus Mansnembra, S.H., M.M., yang turun langsung ke lokasi kejadian dan menemui keluarga korban, menyampaikan duka cita mendalam sekaligus memberikan peringatan keras kepada masyarakat.

Menurut Bupati, peristiwa tersebut menjadi pelajaran berharga bahwa benda-benda peninggalan perang, khususnya bahan peledak aktif, tidak boleh disentuh, dibongkar, ataupun diperlakukan tanpa penanganan pihak yang berwenang.

Bupati Biak Numfor Markus Oktovianus Mansnembra,S.H,M.M memberikan keterangan tentang kejadian ledakan BoM
Bupati Biak Numfor Markus Oktovianus Mansnembra,S.H,M.M memberikan keterangan tentang kejadian ledakan BoM

“Ini bukan bencana alam. Dari informasi awal yang kami terima, kejadian ini diduga berawal dari aktivitas yang berkaitan dengan bom peninggalan Perang Dunia II. Masyarakat harus memahami bahwa benda seperti ini sangat berbahaya dan dapat menghilangkan nyawa dalam sekejap,” ujar Bupati saat meninjau lokasi.

Pascakejadian, aparat gabungan langsung bergerak cepat. Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan, S.H., S.I.K., M.H., bersama Kasat Reskrim Ipda Daniel Z. Rumpaidus, S.H., M.H., serta Dandim 1708/BN Letkol Kav John Alberth Suweny, S.H., memimpin pengamanan lokasi dan proses penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti ledakan.

Arahan Kapolres Biak Numfor kepada Bupati Biak Numfor
Arahan Kapolres Biak Numfor kepada Bupati Biak Numfor

Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Biak Numfor Zacharias L. Mailoa, S.T., M.M., Kasatpol PP Zeth Rolando Rahajaan, S.Sos., M.Si., dan Kepala Distrik Biak Kota Marthen Kafiar, S.IP., turut berada di lapangan membantu proses evakuasi korban, pendataan kerusakan, serta penanganan warga terdampak.

Pemerintah Kabupaten Biak Numfor juga mengambil langkah darurat dengan mengevakuasi keluarga korban dan warga yang rumahnya rusak ke Hotel Insia dan Hotel Mapia. Bantuan makanan, minuman, pakaian, tikar, dan selimut langsung disalurkan untuk memastikan kebutuhan dasar para korban terpenuhi.

Peristiwa ini kembali membuka fakta bahwa wilayah Biak masih menyimpan sejumlah peninggalan Perang Dunia II yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat apabila ditemukan dan ditangani tanpa prosedur yang benar. Oleh sebab itu, pemerintah daerah meminta masyarakat segera melaporkan kepada aparat keamanan apabila menemukan benda yang diduga bom, granat, mortir, atau amunisi perang.

Hingga berita ini diturunkan, aparat TNI-Polri masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengumpulkan berbagai barang bukti untuk memastikan kronologi lengkap ledakan yang menjadi salah satu tragedi paling mematikan di Biak Numfor dalam beberapa tahun terakhir.

Pemerintah daerah dan aparat penegak hukum menegaskan bahwa seluruh fakta akan diungkap secara transparan agar kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Regarsport
Regarsport
Pegadaian

Sosial Media

/** * Use the following code in your theme template files to display breadcrumbs: */