Artikel
Abdillah, SH, CLE. Putra Panrita Lopi Pulang Kampung, Berdedikasi Membangun Bulukumba
Bulukumba, mediakontras.com. Di tengah hiruk-pikuk dunia hukum dan konsultasi, seorang putra daerah Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, memilih untuk kembali mengakar di tanah kelahirannya. Abdillah, SH, CLE, pengacara dan konsultan hukum sekaligus cucu dari almarhum KH Abd Karim, menyatakan komitmennya untuk mengabdi dan membangun daerah yang dikenal dengan sebutan Panrita Lopi ini.
Kepulangan Abdillah bukan sekadar nostalgia, melainkan sebuah langkah nyata untuk mengabdikan diri melalui profesinya sebagai pengacara dan konsultan hukum.
Ia menyatakan tekadnya untuk memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Bulukumba, dengan semangat membangun daerah melalui karya dan kerja keras.
Abdillah, SH, CLE, seorang pengacara dan konsultan hukum yang merupakan putra asli Bulukumba. Ia juga dikenal sebagai cucu dari KH Abd Karim, tokoh yang namanya diabadikan sebagai salah satu nama jalan di Kota Bulukumba. Pria yang akrab disapa Dillah ini kini berstatus duda keren (duren).
Pernyataan tekad dan harapan ini disampaikan oleh Abdillah dalam keterangannya baru-baru ini kepada media mediakontras.com, menandai babak baru pengabdiannya setelah resmi menyandang profesi sebagai pengacara dan konsultan hukum.
Lokasi pengabdian adalah Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan—sebuah daerah yang dijuluki sebagai Kota Panrita Lopi. Baginya, Bulukumba adalah tempat ia dilahirkan, dibesarkan, dan merupakan denyut nadi kehidupannya.
Kepulangan ini didorong oleh rasa cinta yang mendalam dan kerinduan untuk mengabdi kepada tanah kelahiran. Abdillah merasa sudah menjadi tekad dan harapan untuk memberikan diri bagi kota tempat ia dilahirkan. “Di tanah ini kita lahir, di sini pula kita berjuang,” tegasnya.
Abdillah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergotong royong membangun daerah. Baginya, perbedaan pandangan bukanlah halangan selama satu tujuan tetap sama, yaitu kemajuan Bulukumba. Ia menyampaikan pesan motivasi yang kuat: “Jangan tanyakan apa yang daerah berikan padamu, tapi tanyalah apa yang bisa kita berikan untuk daerah tercinta.”
Dengan penuh haru, pria yang juga merupakan putra Panrita Lopi ini menegaskan bahwa loyalitas kepada daerah tidak diukur dari besar kecilnya kontribusi. “Sekecil apa pun kontribusi, ia sangat berarti bagi tanah kelahiran,” pungkas Dillah, yang kini bertekad memadukan ilmu hukumnya dengan dedikasi penuh untuk membangun masa depan Bulukumba yang lebih gemilang dan sejahtera.