Biak Numfor
Lalita Siap Kawal Kebangkitan Biak, Fokus Perkuat Konektivitas Udara dan Akselerasi Pembangunan
Biak Numfor Papua, mediakontras.com– Harapan untuk mengembalikan kejayaan Kabupaten Biak Numfor kini mendapat dukungan kuat dari tingkat pusat. Pada Rabu, 29 April 2026, di Gedung Negara Kabupaten Biak Numfor, Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) sekaligus anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR RI) periode 2024–2029, Lalita, S.H., M.H., menegaskan komitmennya untuk mengawal percepatan pembangunan daerah, khususnya melalui penguatan konektivitas transportasi udara dan pengembangan sektor pariwisata.
Komitmen tersebut disampaikan usai pertemuan strategis bersama Bupati Biak Numfor Markus Oktovianus Mansnembra, S.H., M.M., jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Biak Numfor.
Dalam pertemuan itu, Lalita menyoroti kondisi transportasi udara menuju Biak yang dinilai belum sebanding dengan potensi besar yang dimiliki daerah tersebut. Menurutnya, Biak memiliki kekayaan alam yang luar biasa, destinasi wisata berkelas dunia, serta fasilitas bandara bertaraf internasional yang seharusnya menjadi pintu utama pertumbuhan ekonomi kawasan.

“Sangat disayangkan jika daerah dengan potensi sebesar Biak hanya dilayani dengan frekuensi penerbangan yang terbatas. Ini menjadi pekerjaan serius yang harus segera diperbaiki agar sektor pariwisata, investasi, dan ekonomi masyarakat dapat tumbuh lebih cepat,” tegas Lalita.
Sebagai langkah konkret, ia menyatakan siap menjembatani komunikasi dengan maskapai nasional, termasuk Garuda Indonesia, serta mendorong rekomendasi kebijakan kepada Menteri Perhubungan guna meningkatkan frekuensi penerbangan dan kualitas layanan transportasi udara menuju Biak.
Menurutnya, pembangunan tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan konektivitas yang kuat. Akses transportasi yang baik menjadi fondasi utama bagi masuknya investasi, pertumbuhan sektor usaha, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Selain fokus pada infrastruktur, Lalita juga memberikan apresiasi terhadap arah pembangunan Pemerintah Kabupaten Biak Numfor di bawah kepemimpinan Bupati Markus Mansnembra. Program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat seperti pendidikan, pertanian, bantuan sosial, dan pemberdayaan ekonomi dinilai sebagai langkah strategis yang patut diperkuat.
“Saya melihat pemerintah daerah memiliki visi yang jelas dan keberpihakan yang nyata kepada masyarakat. Dari pusat, kami akan terus memberikan dukungan kebijakan agar seluruh program ini berjalan maksimal dan memberi dampak langsung bagi kesejahteraan rakyat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya kehadiran negara melalui program-program kemanusiaan, seperti penyaluran bantuan pangan dari Bulog serta pelayanan kesehatan gratis yang direncanakan menjangkau wilayah Biak Barat, Biak Timur, hingga Kabupaten Supiori.
Terkait wacana pemekaran Papua Utara, Lalita menyatakan sikap terbuka dengan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama. Menurutnya, apabila pemekaran tersebut benar-benar membawa manfaat besar bagi masyarakat Biak dan wilayah sekitarnya, maka dukungan politik harus diberikan secara serius.
“Yang paling utama adalah bagaimana kebijakan itu benar-benar membawa kesejahteraan bagi masyarakat. Jika itu menjadi jalan terbaik, tentu saya siap mendukung sepenuhnya,” katanya.
Dengan kedekatan emosional dan kecintaannya terhadap tanah Biak, Lalita berharap daerah ini dapat kembali bangkit dan menempati posisi strategis seperti masa kejayaannya dahulu.
“Harapan saya sederhana, Biak harus kembali berjaya, berkembang pesat, dan menjadi kebanggaan masyarakat Papua serta bangsa Indonesia,” pungkasnya.(Henrry Morin)