Pemprov Sulut
Sah, Tahlis Gallang Nahkodai Sekprov Sulut
Manado.,mediakontras.com – Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pimpinan Tinggi Madya Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Tahlis Gallang di ruang Mapalus Kantor Gubernur Sulut, Senin (04/05/2026).
Acara berlangsung dengan penuh khidmat dan dihadiri oleh berbagai unsur penting pemerintahan daerah.
Hadir juga Wakil Gubernur Victor Mailangkay, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para kepala daerah dari 15 kabupaten/kota se-Sulawesi Utara, pimpinan DPRD kabupaten/kota, serta tamu undangan lainnya.
Dalam pelantikan tersebut, Tahlis Gallang mengucapkan sumpah jabatan sebagai bentuk komitmen menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai Sekprov Sulut secara profesional, jujur, dan berintegritas.
Pelantikan ini menjadi momentum penting dalam penguatan tata kelola pemerintahan di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, khususnya dalam mendukung sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.
Gubernur Yulius Selvanus mengemukakan, momentum ini menjadi sangat penting bagi dirinya bersama Wakil Gubernur Victor Mailangkay, karena akhirnya Sulawesi Utara memiliki sekretaris daerah definitif yang akan menjadi motor penggerak birokrasi.
“Bagi ASN, sekretaris daerah adalah panglima perang kalian. Dia menjadi panglima ASN nomor satu di Sulut yang akan menggerakkan seluruh jajaran untuk memajukan Sulawesi Utara,” ungkapnya.
Gubernur menegaskan, seorang sekda memiliki tanggung jawab besar untuk mengakselerasi seluruh program kerja serta memastikan visi dan misi gubernur dan wakil gubernur berjalan optimal.
Ia pun meminta Tahlis Galang mampu bergerak cepat, peka terhadap persoalan birokrasi, sekaligus responsif membaca kebutuhan masyarakat.
“Sekda harus sensitif mendengar dan melihat apa yang menjadi tugas kerjanya. Dia membantu gubernur dan wakil gubernur dalam seluruh pekerjaan pemerintahan,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menekankan pentingnya soliditas di internal birokrasi Pemprov Sulut. Sekda disebut sebagai koordinator seluruh kepala dinas dan biro, sehingga harus mampu membangun komando yang terarah dan disiplin.
“Tidak ada perintah lain selain gubernur. Kalau gubernur belok kanan, semua mengikuti. Artinya harus satu komando demi efektivitas pemerintahan,” katanya. (Chae)