Bolmut
Desa Huntuk Komitmen Dukung DTSEN Sebagai Kebijakan Nasional Berbasis Data
BOLTARA,mediakontras.com – Sangadi (Kepala Desa) Huntuk, Kecamatan Bintauna, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Oldy F. Kumolontang, berkomitmen mendukung kebijakan nasional berbasis data. Jumat 12/3/2025.
Menurutnya, akhir tahun 2025 pihaknya telah mengikuti Sosialisasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang nantinya menjadi rujukan Pemerintah Desa Huntuk dalam pengelolaan data tahun 2026.
Oldy F. Kumolontang menjelaskan bahwa DTSEN merupakan terobosan penting pemerintah dalam mewujudkan satu data nasional yang akurat dan terpadu untuk mendukung kebijakan sosial dan ekonomi yang lebih tepat sasaran.
“Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) adalah basis data terpadu individu dan keluarga yang memuat kondisi sosial, ekonomi, dan tingkat kesejahteraan seluruh penduduk Indonesia. Data ini dihasilkan dari penggabungan tiga sumber utama, yakni Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek), Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), dan P3KE (Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem), yang kemudian dipadankan dengan data kependudukan dan dimutakhirkan secara berkala,” ujar Oldy.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa keberadaan DTSEN sangat relevan dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat di Desa Huntuk, yang sebagian besar masih berada pada kelompok ekonomi menengah ke bawah.
“Dari total 194 Kepala Keluarga di Desa Huntuk, sekitar 150 Kepala Keluarga masih tercatat sebagai penerima manfaat bantuan sosial. Dengan adanya DTSEN, kami berharap tidak ada lagi tumpang tindih data penerima bantuan, sehingga penyaluran program pemerintah dapat lebih adil, tepat sasaran, dan transparan,” jelasnya.
Oldy juga menegaskan bahwa dirinya bersama perangkat desa siap berkolaborasi dengan pihak kecamatan, Dinas Sosial, dan lembaga terkait dalam memastikan proses validasi dan pemutakhiran data berjalan optimal di tingkat desa.
“Melalui DTSEN, kami yakin perencanaan dan kebijakan sosial ekonomi, baik di tingkat kabupaten, kecamatan, maupun desa, akan semakin akurat dan efektif karena didasarkan pada data yang valid dan terintegrasi,” tutupnya. (Ism)