Connect with us

Manado

Bunaken yang Dirawat Bersama, Tanggung Jawab yang Masih Ditagih

Published

pada

adba0673 98f7 4eb8 96f8 80d19d4d65f6

MANADO,mediakontras.com – Bunaken kembali memperlihatkan satu hal yang tak pernah berubah: ia selalu menjadi magnet.

Ketika persoalan sampah masih menjadi tantangan di kawasan pesisir, berbagai pihak justru datang, bergerak, dan mengambil bagian. Kali ini, giliran Komite Olahraga Nasional Indonesia Sulawesi Utara yang turun langsung ke Pulau Bunaken, membersihkan sampah di sepanjang bibir pantai, Selasa (16/3).

Dipimpin Ketua Umum Jerry Waleleng, puluhan pengurus organisasi olahraga tersebut tampak menyusuri garis pantai, memungut sampah yang berserakan. Cuaca yang kurang bersahabat tidak menjadi penghalang. Ombak, angin, dan langit yang tak sepenuhnya cerah justru menjadi latar dari sebuah gerakan kepedulian.

Di lokasi yang sama, Camat Bunaken Kepulauan Imanuel Mandak turut hadir, didampingi aparat kecamatan, kepala jaga, serta masyarakat setempat. Mereka menyatu dalam satu gerakan sederhana namun bermakna: menjaga kebersihan pantai yang selama ini menjadi wajah Pulau Bunaken.

Aksi ini sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap program ASRI (Aman, Sejuk, Rindang, dan Indah) yang digaungkan pemerintah pusat. Namun lebih dari itu, kegiatan ini memperlihatkan sesuatu yang lebih dalam—bahwa Bunaken bukan hanya milik satu pihak, melainkan ruang bersama yang dijaga oleh banyak tangan.

Di tengah keterlibatan berbagai elemen tersebut, satu hal kembali mengemuka: Bunaken tetap dirawat bersama.

Komunitas bergerak. Pemerintah kecamatan hadir. Organisasi seperti KONI pun turun langsung. Bahkan dalam berbagai kesempatan sebelumnya, pelaku wisata dan masyarakat lokal juga mengambil bagian menjaga kebersihan kawasan.

Namun di balik gerakan kolektif itu, terselip pertanyaan yang belum sepenuhnya terjawab.

Di mana peran utama pengelola kawasan konservasi?

Sebagai bagian dari kawasan Taman Nasional Bunaken, pengelolaan kebersihan sejatinya berada dalam domain Balai Taman Nasional Bunaken. Namun hingga saat ini, keterlibatan aktif dan terstruktur dari pihak tersebut dalam penanganan sampah di kawasan pesisir masih belum terlihat optimal.

Fakta di lapangan justru menunjukkan bahwa penanganan sementara lebih banyak ditopang oleh inisiatif kolektif—dari masyarakat, pemerintah kecamatan, hingga organisasi lintas sektor.

Aksi yang dilakukan KONI Sulawesi Utara hari ini tidak hanya menjadi kegiatan bersih-bersih semata. Ia juga menjadi penegasan bahwa Bunaken memiliki daya panggil yang kuat—menggerakkan siapa saja untuk peduli.

Namun sekaligus, ia menjadi pengingat bahwa kepedulian kolektif tidak seharusnya menggantikan tanggung jawab struktural.

Sebab pada akhirnya, menjaga Bunaken bukan hanya soal siapa yang datang membersihkan, tetapi juga tentang siapa yang seharusnya memastikan bahwa kebersihan itu terjaga setiap hari, secara sistematis dan berkelanjutan.

Bunaken hari ini dirawat oleh banyak pihak.

Dan justru karena itulah, tanggung jawab yang sesungguhnya menjadi semakin jelas untuk ditagih.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Regarsport
Pegadaian

Sosial Media

/** * Use the following code in your theme template files to display breadcrumbs: */