Connect with us

Tomohon

TTST: Solusi Matematis Stefy Edwin Tanor dalam Membedah Anatomi Transformasi BUMD dan Akselerasi PAD

Published

pada

836c016e 7fcc 4266 93b2 6a4efc583320

​TOMOHON,mediakontras.com – Carut-marut pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) seringkali terjebak dalam pusaran intervensi politik dan inefisiensi birokrasi.

Menanggapi fenomena ini, Stefy Edwin Tanor, SE, Ak, MM, seorang teknokrat yang pernah menjabat sebagai Staf Khusus Walikota Tomohon (bidang Keuangan dan Aset Daerah) dan dosen Accounting Management di STIE Pioneer Manado; memperkenalkan sebuah terobosan teoretis yang disebut Tanor’s Transformation Strategic Theory (TTST).

​Teori yang sudah diajukan dan direview oleh jurnal ilmiah nasional  Glosains (SINTA 2 = Science and Technology Index) dibawah KEMDIKTISAINTEK RI, ini bukan sekadar narasi manajerial biasa. TTST menawarkan sebuah postulat matematis untuk mengukur nilai transformasi sebuah organisasi secara akurat.

Rumus di Balik TTST

Inti dari TTST terletak pada formula:

image
TTST: Solusi Matematis Stefy Edwin Tanor dalam Membedah Anatomi Transformasi BUMD dan Akselerasi PAD 140

Memutus “Mentalitas VOC”

“Selama ini, banyak BUMD sulit berkembang karena besarnya variabel pembagi, yaitu intervensi politik (I_p). Sebesar apa pun kompetensi direksi atau secanggih apa pun teknologinya, jika intervensi kepentingan politik terlalu dominan, maka nilai manfaatnya bagi masyarakat akan mendekati nol,” ujar Stefy dalam keterangannya.

​Stefy, yang memiliki latar belakang perbankan Nasional serta pengalaman memimpin PDAM, menegaskan bahwa TTST bertujuan menghapus “Mentalitas VOC”—sebuah istilah yang ia gunakan untuk menggambarkan praktik birokrasi yang ekstraktif, kolusif, dan hanya mengejar keuntungan kelompok tertentu tanpa inovasi.

Akselerasi PAD sebagai Indikator Utama

Uniknya, dalam TTST, kenaikan Pendapatan Asli Daerah (\Delta PAD) diletakkan sebagai faktor pengali (multiplier). Artinya, sebuah transformasi birokrasi baru dianggap berhasil jika ia memberikan dampak ekonomi riil pada kas daerah.

​”Birokrasi tidak boleh hanya pandai menghabiskan anggaran. Dengan TTST, kita memaksa organisasi untuk berorientasi pada hasil (outcome-based). Jika \Delta PAD tidak bergerak naik, maka transformasi itu hanyalah kosmetik,” tambah sosok yang juga aktif sebagai Majelis Pakar DEKOPINDA Tomohon ini.

Dukungan untuk Tata Kelola Nasional

Kehadiran TTST diharapkan menjadi panduan bagi Kepala Daerah di seluruh Indonesia dalam menata kembali BUMD mereka. Dengan menekan variabel intervensi politik dan memaksimalkan inovasi teknologi—seperti penanganan kebocoran air (NRW) secara digital—BUMD dapat kembali ke khitahnya sebagai lokomotif ekonomi daerah.

​Melalui artikel ilmiah (Buku: PARADIGMA BARU BUMD: Transformasi BUMD, Profesionalisme, Tata Kelola & GCG) dan buku “Akselerasi Birokrasi” yang tengah disiapkannya bersama Penerbit PT. Antares Media Publishing (Jawa Tengah), Stefy Edwin Tanor membuktikan bahwa dari daerah seperti Tomohon, dapat lahir pemikiran teknokratis yang mampu memberikan kontribusi besar bagi tata kelola pemerintahan nasional yang lebih bersih dan profesional. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Regarsport
Pegadaian

Sosial Media

/** * Use the following code in your theme template files to display breadcrumbs: */