Tomohon
Pemkot Tomohon Dukung Program Desa Siaga Bencana di Kinilow
TOMOHON,mediakontras.com – Pemerintah Kota Tomohon menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana melalui kehadiran dalam kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Program Desa Siaga Bencana di Kelurahan Kinilow dan Kinilow 1.
Wali Kota Tomohon yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Tomohon, Drs. O.D.S. Mandagi, M.A.P., menghadiri langsung kegiatan yang dipusatkan di Aula Kelurahan Kinilow 1.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Manager Komunikasi dan TJSL PLN Unit Induk Distribusi Suluttenggo, Noven Koropit. Dalam sambutannya, PLN menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung program sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam penguatan kapasitas menghadapi bencana.
Selanjutnya, O.D.S. Mandagi dalam sambutan mewakili Wali Kota Tomohon menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, BUMN, dan masyarakat dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi risiko bencana, mengingat wilayah Kinilow dan sekitarnya merupakan daerah yang memiliki potensi kerawanan bencana alam.
“Melalui program ini, diharapkan masyarakat semakin siap, tanggap, dan mampu melakukan langkah-langkah mitigasi secara mandiri maupun bersama-sama,” ujar Mandagi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Manager PLN UID Kota Tomohon Nuryadin, Kepala Balai Pemantauan Gunung Api dan Mitigasi Bencana Gerakan Tanah Sulawesi-Maluku Juliana D.J. Rumambi, S.T., perwakilan Basarnas Provinsi Sulawesi Utara Vicko Kaesang, serta Kepala Pelaksana BPBD Kota Tomohon Hengky Supit, S.I.P., bersama jajaran Pemerintah Kota Tomohon dan para undangan lainnya.
Program Desa Siaga Bencana ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat terkait penanggulangan bencana, mulai dari tahap pencegahan, kesiapsiagaan, hingga penanganan saat terjadi bencana.
Dengan adanya kolaborasi lintas sektor ini, Pemerintah Kota Tomohon optimistis masyarakat akan semakin tangguh dalam menghadapi berbagai potensi bencana di masa mendatang.