Connect with us

Berita

Ini Kata Prycilia Rondo Terkait Kesiapan Dinas Pertanian dan Peternakan Sulut untuk Realisasikan Asta Cita Presiden

Published

pada

1772496429028

Manado. Mediakontras. com – Rapat dengar pendapat (RDP) dilaksanakan Komisi II DPRD Sulut bersama Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulut di ruang komisi, Senin (02/03/2026).

Rapat dipimpin Ketua Komisi II DPRD Sulut Inggried Sondakh, didampingi Wakil Ketua Pricylia Rondo dan Sekretaris Dhea Lumenta.

Dalam kesempatan tersebut, Pricylia Rondo mengemukakan, dalam setiap pertemuan sejak tahun lalu, dirinya selalu membuat catatan kecil.

Salah satu yang menjadi sorotan khusus adalah Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, terutama poin-poin yang berkaitan langsung dengan sektor pertanian dan peternakan.

Srikandi PDIP ini pun menyampaikan, berbicara tentang swasembada pangan, melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri. Lalu Asta Cita keenam, membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi serta pemberantasan kemiskinan

“Ini bukan tanpa alasan. Hal itu menjadi pengingat bersama bagi DPRD maupun dinas terkait. Dalam pengamatannya, alokasi anggaran justru lebih banyak terserap untuk belanja internal di lingkungan dinas,” tegasnya.

Legislator Dapil Minsel Mitra ini pun menguraikan,
ketika anggota DPRD turun ke masyarakat, pihaknya selalu menerima pertanyaan yang sama. Bagaimana untuk mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, hilirisasi, dan pembangunan dari desa, sementara kita masih kekurangan pupuk, benih jagung, dan benih padi?

“Padahal semua itu merupakan fondasi dasar untuk mencapai tiga poin Asta Cita tersebut,” tuturnya.

Pricylia pun dengan tegas menyatakan, ini bukanlah bentuk protes. Pihaknya sangat memahami bahwa seluruh pihak saat ini dihadapkan pada kebijakan perampingan anggaran.

Namun, justru dalam situasi seperti inilah diperlukan langkah strategis yang lebih terarah.

“Dengan kondisi ini, apa yang menjadi pekerjaan rumah kita sebagai anggota DPRD yang setiap hari berhadapan dengan masyarakat? Dan apa pula yang menjadi pekerjaan rumah dinas-dinas terkait, khususnya Dinas Pertanian dan Peternakan? Jika tidak ada solusi atas persoalan-persoalan strategis ini, maka poin kedua, kelima, dan keenam Asta Cita hanya akan menjadi slogan. Kita tidak akan mampu mencapainya dalam waktu yang telah ditetapkan pemerintahan Prabowo-Gibran,” ungkapnya.

Pelaksana Harian Sekretaris Dinas Pertanian dan Peternakan, Stella Taju, angkat bicara mengenai hal tersebut.

Menurutnya, Dinas Pertanian dan Peternakan terdapat anggaran sebesar Rp 3.440.000.000
Dalam dokumen, anggaran ini dicantumkan sebagai penunjang visi dan misi Gubernur.

Namun demikian, seluruhnya merupakan aspirasi yang disampaikan melalui pokir – pokir dewan, yang penyusunannya dilakukan langsung di kantor dewan.

Lanjut Stella, alokasi anggaran dimaksud berasal dari aspirasi DPRD Sulut yang tercantum dalam dokumen resmi. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Regarsport
Pegadaian

Sosial Media

/** * Use the following code in your theme template files to display breadcrumbs: */