Manado
Di Balik Program Pertambangan Sulut,Siapa Figur Penguatnya ?
MANADO,mediakontras.com –
Ketika Gubernur Yulius Selvanus mendorong penguatan tata kelola pertambangan, satu pertanyaan mengemuka dalam ruang-ruang diskusi kebijakan: siapa figur teknis yang dapat menopang visi tersebut dari sisi pengalaman dan kedalaman regulasi?
Sektor minerba bukan wilayah coba-coba.
Ia menuntut pemahaman panjang terhadap dinamika izin, pengawasan wilayah tambang, hingga keseimbangan antara investasi dan lingkungan.
Dalam perbincangan sejumlah tokoh, nama Ir Adrianus B. Tinungki, M.Eng, kerap muncul sebagai figur yang memahami denyut sektor ini. Ia mengawali karier dari bawah di lingkungan Bappeda dan Dinas Pertambangan, kemudian menapaki tangga birokrasi hingga menjadi Kepala Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Utara.

Rekam jejaknya juga mencatat pengalaman sebagai Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Minahasa Tenggara, Sekretaris Daerah, bahkan pernah menjadi Plh. Bupati.
Latar belakang itu menjadikannya tidak hanya memahami aspek teknis, tetapi juga perspektif kepemimpinan daerah.
“Pertambangan memerlukan orang yang paham sejarah regulasi dan dinamika lapangan,” ujar politisi senior mantan anggota Deprov Noldy Lamalo.
Aktivis Lingkungan Boy Monding menambahkan, posisi staf khusus seharusnya menjadi ruang strategis yang memperkuat kebijakan gubernur, bukan sekadar simbolik.
Sisi lain, mantan birokrat Dr. Olden Lahamendu melihat bahwa kesinambungan pengalaman adalah aset penting dalam menjaga stabilitas kebijakan.
Apakah ini bentuk rekomendasi? Tidak dalam arti formal.
Ini adalah refleksi publik tentang kebutuhan figur yang relevan dengan arah kebijakan.
Pada akhirnya, kewenangan tetap berada di tangan Gubernur Yulianus S Komaling.
Namun dalam prinsip tata kelola yang sehat, pengalaman yang matang selalu menemukan momentumnya.(*)