Manado
Sektor Pertambangan Sulawesi Utara,Sosok Tinungki Ramai Disebut
MANADO,mediakontras.com –
Sektor pertambangan Sulawesi Utara memasuki fase yang tidak sederhana.
Di tengah dorongan investasi, tuntutan keberlanjutan lingkungan, serta kebutuhan optimalisasi pendapatan daerah, kebijakan di bidang energi dan sumber daya mineral memerlukan penguatan teknokratis yang presisi.
Dalam konteks program Gubernur Yulius S Komaling, ruang Staf Khusus bidang pertambangan bukan sekadar posisi administratif. Ia adalah simpul strategis yang menjembatani visi kepala daerah dengan kompleksitas regulasi dan dinamika lapangan.
Sejumlah kalangan menilai, jika prinsip the right man on the right place benar-benar menjadi pijakan, maka figur dengan rekam jejak panjang di sektor ini layak dipertimbangkan.
Nama Ir Adrianus B. Tinungki, M.Eng menjadi salah satu yang disebut dalam diskursus tersebut.
Kariernya dimulai sejak 1990 sebagai Tenaga Muda Pembangunan di Bappeda Provinsi Sulawesi Utara, lalu berlanjut sebagai Staf Dinas Pertambangan dan Energi.
Ia pernah menjabat Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Minahasa Tenggara, kemudian dipercaya sebagai Kepala Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Utara pada 2017.

Pengalamannya tidak hanya di sektor teknis pertambangan. Ia juga pernah memimpin Badan Lingkungan Hidup, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Pertanian dan Peternakan, hingga menjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Tenggara serta Plh. Bupati. Bahkan ia pernah menjadi Staf Khusus Gubernur Sulut sebelumnya.
Di mata politisi kawakan Noldy Lamalo , penguatan kebijakan pertambangan membutuhkan figur yang memahami regulasi sekaligus realitas sosial. Bar Palenewen menilai, staf khusus di sektor teknis harus diisi orang yang sudah selesai dengan fase belajar.
Sementara Dr. Olden Lahamendu menegaskan, pengalaman lintas sektor justru memperkaya perspektif dalam mengelola sumber daya alam secara berimbang.
Fakta saat ini merujuk Ini tentang kebutuhan kebijakan.
Pada akhirnya, keputusan tetap berada di tangan Gubernur Yulianus S Komaling yang diyakini tahu menempatkan pengalaman pada titik sebagai bagian dari tata kelola yang baik.(*)