Connect with us

Talaud

‘Manduruggu Tonna’ 2026, Bupati Welly Titah: Mari Kita Bergandengan Tangan Membangun Porodisa

Published

pada

PhotoCollage 1770421550978

MELONGUANE, mediakontras.com — Bersama seluruh elemen masyarakat, Marambe Liado Ratun Taroda Welly Titah didampingi Sinangiang Marambe Liado Ratun Taroda Anisa Gretsya Bambungan dan seluruh pemuka Adat, Tokoh Agama serta masyarakat tanah Porodisa, menggelar acara ‘Manduruggu Tonna’, Jumat (06/02/2026).

Tradisi adat yang penuh kesakralan itu, dimaksud sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat di tahun yang sudah terlewati, dan memohon perlindungan di tahun yang sedang dilewati.

Ritual budaya itupun ditandai dengan pemotongan pua manggorongan (kepala babi) dan ba’aa (ketupat besar) sebagai simbol keberuntungan dan penolak bala bagi masyarakat hidup di tanah Porodisa.

Dalam sambutannya, Bupati Talaud Welly Titah mengajak seluruh masyarakat untuk memaknai bahwa nilai – nilai budaya serta adat – istiadat itu merupakan bagian penting dalam kehidupan.

“Manduru’u Tonna mengajarkan keteraturan hidup, hormat kepada leluhur, kebersamaan, serta tanggung jawab menjaga kehidupan bersama,” Ungkap Bupati Welly Titah.

Sebagimana diamanatkan dalam gelar adat ‘Marambe Liado Ratun Taroda’ yang merupakan pelindung dan penjaga tanah Porodisa, Bupati Welly Titah menegaskan bahwa adat sebagai fondasi haruslah menjadi penguat dalam pembangunan karakter masyarakat Talaud yang mengedepankan nilai – nilai luhur budaya.

“Kolaborasi adat, gereja, masyarakat, dan pemerintah adalah kunci stabilitas, dan budaya harus dilestarikan dan dijaga sebagai nilai luhur demi kesejahteraan masyarakat Porodisa,” tambahnya.

Dengan memanjatkan doa agar persatuan semakin kokoh dan Kabupaten Kepulauan Talaud senantiasa diberkati, Bupati Welly Titah mengharapkan nilai-nilai luhur yang sudah berakar dalam kehidupan masyarakat Talaud dapat tetap terjaga dan daerah dijauhkan dari marabahaya serta dilimpahi hasil bumi.

“Mari kita melangkah bersama berdayung seirama sehati dalam satu tujuan saling menjaga dan demi masyarakat yang damai sejahtera. Inilah teladan iman, adat dan persaudaraan yang harus terus kita hidupkan. Hadirin yang saya hormati, sebagai wujud kebersamaan dan tanggung jawab dalam mendukung pembangunan daerah. Mari kita terus bergandeng tangan membangun Tanah Porodisa dengan semangat persaudaraan. Adat adalah akar kehidupan sosial kita. Iman adalah penuntun hidup kita dan pemerintah adalah penggerak pembangunan. Ketiganya harus berjalan seimbang karena dari setiap proses pembangunan tidak hanya pembangunan fisik tetapi membang manusia, nilai dan masa depan,” Pungkas Bupati.

Turut hadir dalam acara tersebut, Ketua TP PKK Ny. Henny Titah – Hongwijoyo, Dewan Adat dan para pentua adat, DPRD, tokoh agama, pejabat tinggi pratama bersama jajaran pegawai OPD dan tamu undangan.

Adapun tema acara ‘Manduruggu Tonna’ tahun 2026 adalah “Rerro Daraduran Matarrino Henggona Wantambuwunnu Alu Ape Su Ipalembung Ipamanua Su Allo Adantane”, yang bermakna Tuhan adalah jalan, kebenaran, dan kehidupan sumber berkat sepanjang masa.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUT TOMOHON
116 Kotamobagu
Pemenang CIMB Niaga
Regarsport
Regarsport
Pegadaian

Sosial Media

/** * Use the following code in your theme template files to display breadcrumbs: */