Connect with us

Sangihe

UPP Kelas II Tahuna Siapkan Transportasi Hadapi Natal dan Tahun Baru 2025

Redaksi

Published

on

SANGIHE,mediakontras.com – Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, Kepala Kantor UPP Kelas II Tahuna, Hopreit Balirangen, melalui Koordinator Tim Sosial Media Response, Meifrid Palenewen, menyampaikan kesiapan pihaknya dalam menghadapi perayaan Nataru.

Kegiatan ini menjadi momen penting bagi sektor transportasi, khususnya di wilayah Tahuna.

“Kami dari UPP Kelas II Tahuna sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk menyongsong perayaan Nataru. Secara nasional, diperkirakan jumlah penumpang akan mengalami kenaikan sebesar 11,06 persen. Namun, untuk wilayah Tahuna, dampak lonjakan penumpang belum terlihat secara signifikan. Kami perkirakan lonjakan penumpang akan terjadi pada H-4 atau H-3, terutama untuk penumpang yang akan kembali. Sedangkan untuk penumpang yang berangkat, lonjakan diperkirakan baru akan terlihat pada H-2,” ujar Meifrid.

Lebih lanjut, Meifrid menjelaskan bahwa tema yang diusung pada perayaan Nataru kali ini adalah “Nataru Bareng Seru”, yang bertujuan untuk menciptakan situasi pelayanan yang sinergis dan berfokus pada kepentingan masyarakat.

“Tema ini menekankan pada optimalisasi pelayanan kepada masyarakat, termasuk kesiapan fasilitas transportasi, baik dermaga maupun kapal,” katanya.

Untuk mengantisipasi potensi lonjakan penumpang, UPP Kelas II Tahuna telah menyiapkan berbagai langkah, termasuk pengoptimalan penggunaan dermaga dan armada kapal.

“Jika diperlukan, kami akan menambah armada kapal, terutama untuk rute-rute yang menghubungkan pulau-pulau sekitar. Selain itu, apabila terjadi lonjakan penumpang, kami juga akan melakukan deviasi trayek kapal perintis untuk menyesuaikan kebutuhan,” ujar Meifrid.

Selain penumpang, pihaknya juga memberikan perhatian khusus terhadap potensi lonjakan arus barang. “Langkah pertama yang kami lakukan dalam persiapan Nataru adalah memantau situasi arus barang dan penumpang. Jika terjadi lonjakan, kami akan segera menyediakan sarana transportasi yang memadai, baik kapal maupun peralatan pendukung lainnya,” ujarnya.

UPP Kelas II Tahuna juga menekankan pentingnya aspek keamanan, khususnya terkait barang-barang yang berpotensi membahayakan keselamatan penumpang.

“Barang-barang berbahaya seperti minyak tanah dan bahan mudah terbakar lainnya dilarang keras untuk diangkut melalui kapal, sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kami akan memperketat pengawasan untuk memastikan keselamatan penumpang tetap terjaga,” tegas Meifrid.

Ia juga mengingatkan pentingnya sinergi antara pihak pelabuhan dan masyarakat.

“Kami sangat mengharapkan peran aktif masyarakat untuk melaporkan dan memberikan masukan terkait pelayanan di pelabuhan. Jika ada kendala atau ketidakpuasan, mohon segera informasikan kepada kami. Masukan dari masyarakat akan sangat membantu kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan,” tambah Meifrid.

Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, UPP Kelas II Tahuna optimis dapat memberikan layanan yang optimal dan memastikan kelancaran arus transportasi selama periode Natal dan Tahun Baru 2024. (Putri)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Headline

Usus Terburai Dibacok Dengan Parang, Duel Ayah dan Anak Berujung Maut

Redaksi

Published

on

By

SANGIHE,mediakontras.com – Masyarakat Kabupaten Sangihe di Wilayah Kampung Belengan dibuat gempar atas peristiwa berdarah yang terjadi Kamis (12/03/2025) sekira pukul 19.20 Wita.

Pasalnya, perkelahian dua orang pria yang tak lain adalah ayah dan anak kandung berujung maut.

Dari beragam informasi yang berhasil dirangkum menyebutkan Sekira pukul 18.00 Wita,
JYS alias James (29) pergi dari rumah tempat tinggalnya mencari pelaku MS alias Theo karena ada orang yang menunggunya. Beberapa waktu setelah korban pergi, datanglah pelaku dan bertanya kepada istri Sesilia Hulta Matulende tentang keberadaan korban.

Sekira pukul 18.30 Wita, korban datang namun kali ini sudah dalam pengaruh minuman keras (Miras). Sejak kedatangan korban kerumah, mulai saat itulah terjadi perdebatan antara keduanya (ayah dan anak,red) dan perdebatan itu berlangsung hingga kedapur. Karena terus berdebat dan masing- masing sudah dalam kondisi emosi, maka korban memegang sebilah parang, sementara pelaku memegang palu.

Melihat hal itu istri korban berusaha membujuk korban, tetapi korban malah memukul anak sulungnya yang ada di tempat itu, sehingga SHM pergi dari dapur membawa anak sulungnya, meninggalkan korban dan pelaku didapur yang masih terus berdebat.

Setelah mengambil anak bungsunya di dalam kamar, dia (SHM,red) pergi dari rumah menuju ke Gereja GMIST Horeb Belengang untuk meminta bantuan.

Beberapa saat setelah kepergian saksi (istri korban,red) dari dalam rumah sudah dalam keadaan terluka dan terbaring dipinggiran jalan. melihat hal itu salah seorang warga bernama Novlin Gandawari angsung pergi melaporkan hal itu kepada Kepala Lindongan I. Oleh karena korban yang tengah terbaring dipinggiran jalan dalam keadaan terluka belum mendapatkan pertolongan dari warga yg sudah ada disekitar tempat itu.

Sementara Salah satu warga yang kemudian datang ke tempat itu bertemu dengan pelaku dalam keadaan luka dibagian kepala serta menanyakan apa yang terjadi.

Saat itu pelaku menceritakan apa yang sudah terjadi, sambil memberitahukan kondisi korban, mendengar hal itu warga tersebut langsung memarkir sepeda motornya, lalu menolong korban dengan cara memasukan usus korban yang terburai, kemudian diikuti oleh warga lain yang mengangkat korban ke mobil dan dibawah menuju ke rumah sakit Liun kendage Tahuna, dan beberapa waktu kemudian, pelaku juga di bawah ke rumah sakit Liun kendage Tahuna.

Namun meski sudah mendapat perawatan tim medis korban pada akhirnya meninggal pada, Jumat (13/03/2025).

Kapolres Sangihe AKBP Abdul Kholik SIK melalui Kasatreskrim Iptu Royke Mantiri saat dikonfirmasi sejumlah wartawan membenarkan hal tersebut

“Jadi memang benar telah terjadi peristiwa perkelahian antara ayah dan anak yang berujung maut. Dimana sekarang anaknya sudah meninggal dunia,” ujar Mantiri.

Disentil penyebab atau motif pelaku sampai menghabisi anaknya, Mantiri menjelaskan bahwa pihaknya masih akan dalaminya.

“yang pasti kasus ini sudah mendapat perhatian dari kami dan kasus ini masuk dalam tahap penyelidikan” jelasnyam

Ditambahkannya, pelaku akan dijerat dengan pasal 351 ayat 3 yang mengakibatkan meninggalnya seseorang. (Putri)

Continue Reading

Headline

Bupati dan Wabup Panen Perdana Nilam di Kampung Lenganeng

Redaksi

Published

on

By

SANGIHE,mediakontras.com — Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari, SE MM bersama istri, Ny Cherry S. Thungari Soeyoenus SE serta Wakil Bupati Tendris Bulahari, didampingi istri Ny Agnes Bulahari Walukow SE, melaksanakan panen perdana tanaman nilam di Kampung Lenganeng, Kecamatan Tabukan Utara, Sabtu (08/03/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan bahwa tanaman nilam saat ini tengah menjadi tren karena memiliki potensi ekonomi yang besar. Ia berharap harga nilam ke depan semakin membaik agar ongkos produksi dapat sebanding dengan harga jual, sehingga petani dapat memperoleh keuntungan yang lebih optimal.

“Hari ini kami diundang untuk panen nilam. Tanaman ini sedang viral karena memiliki potensi luar biasa. Semoga ke depan harga nilam semakin baik sehingga biaya produksi bisa sebanding dengan harga jual. Aspirasi masyarakat sudah kami dengar dan kami mendorong dinas terkait untuk berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat guna memperoleh informasi terbaru mengenai proses produksi hingga pemasaran yang lebih efisien dan efektif agar meningkatkan keuntungan bagi petani,” ujar Thungari.

Lebih lanjut, Bupati menambahkan bahwa ketersediaan bibit nilam saat ini tidak menjadi kendala karena tanaman ini dapat diperbanyak dengan mudah. Namun, edukasi kepada masyarakat tetap diperlukan agar proses budidaya dan pengelolaan hasil lebih optimal.

“Untuk bibit nilam, tidak ada masalah karena tanaman ini mudah diperbanyak. Tantangannya sekarang adalah bagaimana meningkatkan keuntungan bagi petani. Masyarakat Sangihe pada dasarnya tidak perlu diajari soal bercocok tanam, tapi ketika ada peluang ekonomi yang menguntungkan, pasti akan mereka jalankan. Yang perlu kita pikirkan adalah bagaimana meningkatkan nilai ekonomi tanaman ini,” lanjutnya.

Menanggapi pertanyaan mengenai prioritas pemerintah dalam mengembangkan tanaman bernilai ekonomi tinggi atau ketahanan pangan, Bupati menegaskan bahwa keduanya akan berjalan seiring.

“Kita akan menyesuaikan dengan potensi daerah masing-masing, apakah lebih cocok untuk pengembangan nilam, hortikultura, atau tanaman pangan lokal. Masih banyak lahan kosong di Sangihe yang bisa dimanfaatkan, misalnya nilam dapat ditanam di bawah pohon kelapa, cengkeh, atau pala. Sementara hortikultura membutuhkan perhatian khusus, sehingga pembagian kelompok petani akan menjadi kunci dalam pengembangannya,” jelasnya.

Thungari juga menekankan bahwa keseriusan, tanggung jawab, kerja keras, dan keuletan sangat dibutuhkan dalam pertanian. Ia berharap momentum panen perdana ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat, serta harga nilam tetap stabil di pasaran.(Putri)

Continue Reading

Sangihe

Soroti Kebersihan dan Lonjakan Harga Bahan Pokok, Wabup Sidak Pasar Towo’e

Redaksi

Published

on

By

SANGIHE,mediakontras.com —Wakil Bupati Kepulauan Sangihe, Tendris Bulahari, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Towo’e Tahuna Kamis (06/03/2025).

Sidak ini bertujuan meninjau kondisi pasar, terutama terkait kebersihan dan lonjakan harga bahan pokok yang dikeluhkan masyarakat.

Dalam sidaknya, Wakil Bupati menemukan banyak sampah yang belum diangkut serta selokan yang tersumbat akibat tumpukan limbah pasar. Ia menegaskan akan segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi permasalahan tersebut.

“Saya melihat masih banyak sampah yang menumpuk hingga menyebabkan selokan tersumbat. Saya akan mendorong Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk segera melakukan kerja bakti bersama. Bila perlu, kerja bakti akan dilaksanakan besok (Jumat), dan saya akan turun langsung memantau pelaksanaannya,” tegas Bulahari.

Selain kebersihan, ia juga menyoroti kenaikan harga bahan pokok, terutama rempah-rempah, yang berdampak pada daya beli masyarakat.

“Pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari solusi agar harga bahan pokok tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati memastikan bahwa fasilitas pasar yang rusak akan segera diperbaiki demi kenyamanan pedagang dan pembeli.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kabupaten Kepulauan Sangihe Threenov Toufan Ponto, mengungkapkan bahwa kenaikan harga bahan pokok telah terjadi dalam satu bulan terakhir. Beberapa komoditas mengalami lonjakan harga yang cukup signifikan, seperti cabai rawit yang mencapai Rp140 ribu per kilogram, tomat Rp24 ribu per kilogram, serta bawang merah dan bawang putih yang berkisar antara Rp45 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram.

“Kami terus melakukan pemantauan melalui kontributor pasar. Pasar Towo’e menjadi barometer harga di Kabupaten Kepulauan Sangihe, meskipun harga di pasar lain bisa bervariasi tergantung pengiriman dan biaya logistik,” jelas Ponto (Putri)

Continue Reading

Trending

× Kontak Redaksi