Berita
Terima Data Danny Masinambow Masih Menguji di Unima, Jeane Laluyan Pertanyakan Posisi Dosen Tersebut
Manado. Mediakontras. com – Rapat Dengar Pendapat (RDP) Lintas Komisi DPRD Sulut bersama Universitas Negeri Manado (Unima) dilaksanakan, Selasa (13/01/2026).
Rapat dipimpin Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sulut Louis Schramm didampingi Sekretaris Cindy Wurangian, Amir Liputo, Paula Runtuwene, Billy Lombok, Jeane Laluyan, Vionita Kuerah, Pierre Makisanti.
Dalam kesempatan tersebut Jeane menanyakan posisi dosen Denny Masinambow sekarang dalam civitas akademi sebagai apa?
Hal itu langsung dijawab Rektor Unima, Joseph Kambey bahwa posisi keberadaan dosen tersebut dalam Unima ialah dosen yang dinonaktifkan sementara pada tanggal 31 Desember 2025, dan tidak dapat melakukan aktivitas akademik bagi mahasiswa.
Lanjut Jeane Laluyan, jika demikian adanya, mengapa pihaknya masih menerima laporan bahwa Senin 12 Januari 2026, dosen tersebut masih terjadwalkan sebagai penguji mahasiswa atas nama Ikade Aryadana
“Jika benar masih menguji, kami minta pertanggungjawaban dari penguji agar isu ini tidak akan melebar dan menjadi klarifikasi bagi masyarakat untuk mengembalikan nama baik Unima,” ujarnya.
Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi Unima, Aldjon Dapa menjelaskan, benar Surat Keputusan (SK) yang beredar itu dibuat pada tanggal 24 Desember 2025 sebelum kejadian.
Dan kemudian, setelah kejadian langsung direvisi pada 5 Januari 2026 berdasarkan surat pemberhentian dari rektor dan terdokumentasi. “Saya mendokumentasikan saat ujian tanggal 12 Januari 2026 itu berlangsung dan dosen tersebut tidak ada,” ujarnya.
Jeane Laluyan pun menanyakan, apakah ada layanan konsultasi pelayanan mahasiswa secara akademik maupun pribadi?
“Jika ada saya mau ada contoh, dan tidak perlu sebutkan namanya. Saya ingin mengetahui bagaimana cara Unima menangani mahasiswa yang bermasalah dengan baik dan tuntas,” ujarnya seraya menambahkan jangan sampaikan ada penanganan, namun tidak melaksanakan tupoksi dengan baik dan benar.
Pihaknya juga meminta untuk menelusuri dugaan pungutan liar (pungli) yang kerap kali dilakukan para dosen di Unima yang merugikan pihak masiswa.
“Saya berharap ada mahasiswa yang akan bersuara mengenai hal ini. Namun, karena takut mereka hanya menyampaikan kepada keluarga dekat dan diteruskan kepada kami” ungkapnya.
Legilator PDIP ini menambahkan, orang yang pintar belum tentu bermoral. Tetapi hal yang paling penting ialah memiliki hati Nurani. Bagaimana jika kejadian ini dialami keluarga kita anak atau ponakan kita.
“Saya melihat tidak ada keadilan untuk korban Eva Maria, sehingga saya berharap masalah ini diberikan perhatian khusus, agar tidak ada korban lain lagi. Jika ada laopran yang masuk ke Satgas tolong langsung ditindaklanjuti, jangan ada korban dahulu baru bertindak,” imbuhnya.(Chae)