Bolmong
Sungai Monsi dan Togosip Disinyalir Tercemar Limbah Beracun, DLH Bolmong Diminta Turun Tangan
BOLMONG – Aliran Sungai Togosip dan Sungai Monsi di kawasan desa Mopait, Kecamatan Lolayan, diduga tercemar limbah Bahan Berbahaya Beracun (B3).
Kuat dugaan, limbah berbahaya tersebut sengaja dibuang ke aliran sungai, dari pengolahan tong emas ilegal dengan menggunakan bahan berbahaya Sianida yang dikelola oleh dua warga Kotamobagu, inisial ET dan FW.
Aktifitas ilegal ini, mendapat sorotan dari salah satu pemerhati lingkungan, Rolandi Talib Mokoagow SH. Menurutnya, sistem tong pengelolaan emas tanpa melihat dampak lingkungan, dengan membuang limbah beracun berbahaya langsung ke sungai. Dinilai melanggar undang-undang lingkungan hidup, seperti Peraturan Pemerintah No. 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah B3 dan Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Diungkapkan Olan, jika air sungai yang sebelumnya sering digunakan untuk keperluan di kebun. Kini masyarakat takut menggunakan air sungai tersebut. Sebab, air sungai sudah berubah warna serta sudah terkontaminasi dengan racun berbahaya yang bisa membahayakan kesehatan serta lingkungan.
” Setiap orang yang membuang limbah B3 tanpa izin atau tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku dapat dikenakan sanksi pidana, seperti hukuman penjara dan denda,” tegas Olan yang juga salah satu Aktivis BMR ini.
Lanjut Olan, sanksi yang lebih berat dapat dikenakan jika pembuangan limbah B3 menyebabkan pencemaran lingkungan atau kerugian kesehatan yang signifikan.
* Saya meminta kepada Aparat Penegak Hukum dan Dinas Lingkungan Hidup Bolmong untuk turun melakukan verifikasi dan validasi terkait limbah beracun yang sengaja dibuang ke aliran sungai. Jika terbukti pemilik Tong dapat diroses hukum sesuai undang-undang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH),” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemda Bolmong, Aldy Pudul saat di konfirmasi melalui via seluler, Selasa (10/2/2026), terkait dugaan pencemaran sungai Monsi dan Togosip mengatakan, jika tidak ada aral melintang, pihak akan turun langsung memeriksa kondisi sungai tersebut.” Kami akan turun untuk mengecek langsung,” kata Aldi Pudul. (***)