Manado
Pepah, Beto dan Louisa Dipertahankan untuk Mempermudah Pengusutan Dugaan Mark Up Kantor Baru BSG?
MANADO,mediakontras.com – Dipertahankannya tiga direksi lama Bank SulutGo (BSG) diduga ada kaitan dengan pengusutan dugaan mark up pembangunan kantor baru Bank itu oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia.
Sebuah sumber yang mantan petinggi BSG mengungkapkan, informasi soal adanya dugaan mark up kantor pusat baru bank yang berlokasi di jalan Pierre Tendean itu, sudah beredar di kalangan pensiunan bank ini.
“Kita dapat info demikian,” ujar sumber sambil mewanti-wanti agar identitasnya tidak dipublikasikan.
Seperti diketahui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB), Selasa (10/2/2026) masih mempertahankan Revino Pepah, Joubert Dondokambey dan Louisa Parengkuan di jajaran direksi.
Menurut sumber, Pepah yang menjabat dirut dan masih dipercayakan memegang jabatan itu untuk periode lima tahun ke depan, adalah sosok penanggung jawab utama di BSG.
Sementara, Joubert Dondokambey, Direktur Umum yang akrab disapa Beto itu, juga dipercayakan lagi di posisi yang sama, adalah direktur teknis dalam pembangunan kantor baru.
“Jika di pemerintahan, dia (Joubert) itu seperti Departemen atau Dinas Pekerjaan Umum (PU),” kata sumber.
Sedangkan Louisa yang disebut-sebut kerabat dekat salah satu petinggi partai itu, adalah pengendali operasional di BSG.
“Seperti itu info yang beredar di pensiunan, apakah dugaan mark up ini benar, silahkan Anda konfirmasikan. Analisa saya, tiga direksi dipertahankan menjabat karena merekalah penanggung jawabnya, agar jika benar ada penyimpangan, akan lebih mudah mengusut,” tambahnya.
Seperti diketahui, biaya pembangunan gedung kantor pusat baru BSG diplot sebesar Rp251 miliar.
Gedung ini dirancang dengan konsep modern-futuristik setinggi 8 lantai, yang mencakup fasilitas parkir gedung hingga 3 lantai dengan total kapasitas 100 kendaraan.
Pembangunan ini bertujuan untuk meningkatkan fasilitas dan layanan bank.
Pelaksana pembangunan adalah PT Pembangunan Perumahan (PP) Construction & Investment.
Pekerjaan pembangunan dimulai dengan downbreaking yang dilakukan Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Direktur Utama Bank SulutGo Revino Pepah bersama jajaran, di kawasan Marina Plaza, Kamis (28/10/2021).
Jangka waktu pembangunan selama 14 bulan. Gubernur Olly, pada kesempatan itu mengapresiasi para petinggi BSG, yang dengan gigih telah menunjukkan kinerja yang baik, sehingga dapat membangun kantor pusat yang baru.
“Pemprov Sulut sebagai pemegang saham pengendali sangat bersyukur, karena hampir 6 tahun lebih kinerja BSG tambah hari tambah baik. Bahkan saat ini dapat membangun sarana dan prasarana yang baru,” kata Olly waktu itu.
“Impian memiliki kantor baru yang representatif sudah terjawab melalui pemerintah Sulawesi Utara, stakeholder sekaligus pemegang saham pengendali yang telah memberikan restu untuk pembangunan kantor pusat yang baru,” papar Dirut Revino Pepah dalam sambutan ketika itu.
Dalam paparannya Pepah mengurai design kantor baru ini. Terdapat 8 Lantai, masing-masing 3 lantai untuk parkir gedung dengan total kapasitas hingga 100 parkiran
kendaraan.
Fasilitas lainnya, terdapat ruang comercial area di lantai dasar, lounge untuk priority banking dan Vip, satu ruang serba guna dengan kapasitas 500 orang dengan roof top garden, 10 meeting room, 3 area breakout & collaborating space sebagai ruang kreatif dan casual meeting, 1 lantai difungsikan sebagai commercial office (kantor sewa).
“Secara umum, kantor pusat dibangun di atas luas bangunan, ± 18.900 M2, luas lahan 4.429 M2,” ujarnya.
Sementara, Pemimpin Divisi Corporate Secretary Heince Rumende yang dikonfirmasi via pesan whatapp, tidak membantah ataupun membenarkan sinyalemen tersebut.
Tidak statement. Warga negara yang hormati proses hukum, begitu tulisnya melalui pesan WhatsApp.(*)