Connect with us

Manado

BMR Minta Disetarakan dengan Gorontalo di RUPS BSG, Nama-nama ini Mulai Menguat

Published

pada

IMG 20231017 004613 620x330 1
FOTO: Kantor Bank SulutGo di Kotamobagu

MANADO,mediakontras.com – Menjelang pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank SulutGo (BSG) yang kabarnya diundur ke 12 Februari 2026, kalangan di Bolaang Mongondow Raya (BMR) “menuntut” perlakuan yang sama jika para pemegang saham mengakomodir Gorontalo.

Warga BMR mengklaim punya andil signifikan dalam kemajuan BSG, sehingga wilayah ini juga pantas diperhitungkan punya keterwakilan, baik di direksi maupun komisaris, sama seperti yang digaungkan dari Gorontalo.

“Kami punya banyak bankir aktif maupun mantan yang punya kapasitas dan integritas handal, sehingga layak masuk. Seperti Pak Effendy Manoppo maupun Bukhari Mokoagow. Mereka berlatar belakang bank yang lama berkiprah, khususnya di BSG sendiri. Yang sekarang (duduk) itu tidak punya basic bank,” tutur warga yang meminta identitasnya tak dipublis sambil menyebut salah satu nama orang BMR yang kini menjabat komisaris.

Menjelang RUPS ini sejumlah nama disebut-sebut layak diberi kepercayaan oleh pemegang saham untuk mengendalikan BSG agar lebih maju lagi dari sekarang.

Seperti Jeffry Salilo, mantan direksi periode 2012-2016 yang kini menjabat Direktur Pengembangan Bisnis PD Pasar Manado.

Dia disebut memiliki semua hal yang diperlukan Gubernur Yulius Selvanus dan pemegang saham lainnya bagi kemajuan BSG. Selain kapasitas dan integritas, Salilo juga dinilai menjadi representasi perwakilan Nusa Utara yang pantas diakomodir.

Nama lainnya adalah Herry Oroh, mantan Pemimpin Divisi Perencanaan yang kini dipercaya sebagai Ketua Pensiunan BSG.

Sementara, Informasi lainnya menyebut, tiga direksi yang sekarang menjabat, yakni Direktur Pemasaran Pius Batara, Direktur Umum Joubert Dondokambey dan Direktur Kepatuhan Machmud Turuis, masih kasak-kusuk mencari dukungan untuk kembali menjabat.

“Saya anjurkan Pak Gubernur Yulius Selvanus dan pemegang saham agar tak lagi mengakomodir mereka yang sudah kedapatan melakukan kesalahan. Info adanya TGR Rp 16 miliar kepada lina direksi dan tiga komisaris itu harus jadi catatan penting saat RUPS,” ujar Ketua Masyarakat Jaring Korupsi Sulut (MJKS), Stenly Towoliu.

Dia berharap, Gubernur Yulius Selvanus sebagai Pemegang Saham Pengendali serta seluruh pemegang saham, bersikap dan bertindak profesional dalam menentukan satu-satunya bank daerah yang kini dimiliki Sulawesi Utara itu.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), para pemilik Bank SulutGo (BSG) diminta tak mengakomodir kandidat cacat, agar operasional bank dapat berjalan baik dan tak melanggar aturan.

Para pemegang saham diwanti-wanti, bila ada kandidat pengurus BSG yang telah terbukti pernah melakukan fraud, jangan segan-segan langsung dikoreksi saja dari daftar calon.

“Jangan asal tunjuk, tapi pilihlah yang bersih dari pelanggaran. Fraud bagi perbankan, itu sangat sensitif,” pinta salah seorang pensiunan BSG menyikapi rencana bakal dilaksanakannya RUPS tahun buku 2025 dalam waktu dekat ini yang kabarnya bersamaan dengan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) dengan agenda memilih direksi dan komisaris.

Pensiunan yang jadi nara sumber dan meminta identitasnya tidak dipublikasikan itu, menginformasikan jika belum lama ini terdapat delapan pengurus BSG yang terdiri dari lima direksi dan tiga komisaris, telah melaksanakan kewajiban melunasi Tuntutan Ganti Rugi (TGR).(*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUT TOMOHON
116 Kotamobagu
Pemenang CIMB Niaga
Regarsport
Regarsport
Pegadaian

Sosial Media

/** * Use the following code in your theme template files to display breadcrumbs: */