Connect with us

Manado

Rayakan Imlek, Klenteng kong Zi Miao Gelar Buka Puasa Bersama Warga Manado

Published

pada

IMG 20260217 WA0033 1

MANADO,mediakontras.com – Dalam semangat kebersamaan yang luar biasa, perayaan puncak Imlek 2577 Kongzili di Klenteng Kong Zi Miao, Manado, tahun ini terasa berbeda.

Tidak hanya diisi dengan ritual ibadah dan kemeriahan budaya, momen sakral tersebut dirayakan dengan berbuka puasa bersama, menyatukan umat lintas agama dalam harmoni yang khas dari Bumi Nyiur Melambai.

Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) Sulawesi Utara melalui Majelis Agama Konghucu Indonesia (MAKIN) Manado resmi menggelar puncak perayaan pada Minggu, 22 Februari 2026.

Acara yang dipusatkan di Kantor Graha Gubernuran Sulawesi Utara ini menjadi simbol nyata kokohnya toleransi antarumat beragama di daerah tersebut.

Ketua MAKIN Manado, Heintje Lintong, mengonfirmasi bahwa pemilihan lokasi di Graha Gubernuran bukan tanpa alasan.

Menurutnya, hal ini mencerminkan dukungan penuh dari pemerintah daerah terhadap pelestarian tradisi budaya yang inklusif dan moderat.

“Persiapan teknis kini sudah memasuki tahap final. Koordinasi intensif dengan pihak pemerintah dan keamanan terus kami lakukan untuk memastikan acara berjalan lancar,” ujar Heintje Lintong, Senin (16/2/2026).

Ramadan dan Imlek: Simbol Harmoni di Bulan Suci.Hal yang paling menarik perhatian publik dalam perayaan tahun ini adalah kebijakan panitia yang mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan secara harmonis.

Karena jadwal puncak perayaan Imlek 2026 bertepatan dengan bulan Ramadan 1447 Hijriah, panitia dengan sengaja merangkaikan kegiatan dengan agenda buka puasa bersama.

MAKIN Manado secara resmi mengundang perwakilan umat Kristen, Islam, Hindu, dan Buddha untuk duduk bersama dalam satu meja.

Langkah ini diambil sebagai bentuk penghormatan terhadap umat Muslim yang tengah menjalankan ibadah puasa, sekaligus menunjukkan bahwa perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk membangun persaudaraan.

“Perayaan ini bukan hanya milik umat Khonghucu, tetapi milik seluruh masyarakat Sulawesi Utara. Kami ingin menunjukkan bahwa di tengah perbedaan, kita bisa saling menghormati dan berbagi kebahagiaan,” tambah Heintje.

Sinergi Pemerintah dan Tokoh Agama Perkuat Toleransi. Kesuksesan agenda akbar ini tidak lepas dari peran aktif Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.

MAKIN Manado diketahui telah menjalin audiensi langsung dengan Gubernur Sulut, Yulius Selvanus Komaling (YSK), serta jajaran Kementerian Agama setempat.

Dukungan penuh dari pemerintah daerah menjadi fondasi utama dalam menjaga dan memperkuat Toleransi Lintas Agama Sulut.

Melalui silaturahmi yang telah dibangun, Riano, salah satu perwakilan panitia, berharap semangat kebhinekaan yang selama ini dijaga di Sulawesi Utara dapat terus menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia.

“Kami berharap momen ini tidak hanya menjadi seremonial tahunan, tetapi benar-benar menjadi wadah perekat persaudaraan. Sulut adalah rumah bagi semua, dan melalui kegiatan seperti ini, kami ingin pesan damai itu terus bergema,” tutupnya.

Dengan konsep perayaan yang unik dan sarat makna ini, Perayaan Imlek 2026 di Manado dipastikan akan menjadi sorotan nasional, membuktikan bahwa Indonesia, khususnya Sulawesi Utara, adalah surganya toleransi.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUT TOMOHON
116 Kotamobagu
Pemenang CIMB Niaga
Regarsport
Regarsport
Pegadaian

Sosial Media

/** * Use the following code in your theme template files to display breadcrumbs: */