Manado
Sambutan Water Salute Warnai Kedatangan Perdana 137 Turis Taiwan di Bandara Sam Ratulangi
MANADO, mediakontras.com – Suasana haru dan meriah menyelimuti Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, Sabtu sore. Sebanyak 137 wisatawan asal Taiwan tiba dalam penerbangan perdana (inaugural flight) maskapai TransNusa rute internasional Taipei–Manado, disambut dengan prosesi water salute dan pengalungan kain bentenan khas Sulawesi Utara.
Pesawat berjenis Airbus A320 dengan nomor penerbangan 8B-702 itu lepas landas dari Bandara Internasional Taiwan Taoyuan dan menempuh perjalanan selama 3 jam 45 menit. Penerbangan perdana ini akan beroperasi dengan frekuensi satu kali dalam lima hari.
Kedatangan rombongan turis mancanegara tersebut disambut langsung oleh Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, bersama Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata, Vinsensius Jemadu, Walikota Manado Andrei Anogouw, Bupati Minahasa Utara Joune Ganda, Kepala Dinas Pariwisata Daerah Provinsi Sulut Kartika Devi Tanos, General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Sam Ratulangi Radityo Ari Purwoko, Chairman Cocos Tour Indonesia Lentono, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sulawesi Utara.

Suasana semakin semarak ketika para penumpang disambut dengan pengalungan kain bentenan—kain tenun khas Minahasa—sebagai simbol apresiasi dan sambutan hangat kepada wisatawan yang berkunjung ke Bumi Nyiur Melambai.
Penerbangan Charter untuk Pasar Potensial Taiwan
Penerbangan ini merupakan penerbangan charter yang difasilitasi oleh Cocos Tour Indonesia. Chairman Cocos Tour Indonesia, Lentono, didampingi Direktur Cocos Indonesia Dino Gobel, mengungkapkan bahwa pembukaan rute ini didasari oleh besarnya potensi pasar wisatawan Taiwan yang mencari destinasi kelas dunia selain Bali.
“Syukurlah di penerbangan awal ini animo wisatawan Taiwan datang ke Manado sangat besar. Kehadiran penerbangan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat konektivitas internasional sekaligus mendorong peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara ke Sulawesi Utara. Sulut terus mendunia dan memperkokoh posisinya sebagai hub wisata dan investasi dari Asia Timur ke Indonesia,” ujar Lentono.
Pariwisata sebagai Motor Penggerak Ekonomi
Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, menegaskan bahwa pariwisata menjadi motor penggerak utama ekonomi daerah. Pihaknya berkomitmen untuk fokus meningkatkan kunjungan wisatawan dan telah menyiapkan infrastruktur pendukung di berbagai destinasi unggulan.
“Saya juga menitipkan kepada Kementerian untuk ikut mempromosikan Sulawesi Utara. Pemerintah daerah sudah menyiapkan infrastruktur yang memadai untuk menyambut wisatawan,” tegas Gubernur.
Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur, Vinsensius Jemadu, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Gubernur Sulut mengemban tugas langsung dari Presiden untuk mengembangkan pariwisata di daerah ini. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Cocos Tour Indonesia atas inisiatif membuka penerbangan perdana ini.
Harap Rute Berkelanjutan
Walikota Manado, Andrei Anogouw, menambahkan harapannya agar rute internasional ini dapat dipertahankan dan berkesinambungan. Pemerintah kota, ujarnya, siap menjadi tuan rumah yang baik dengan menyuguhkan berbagai destinasi pariwisata unggulan di Sulawesi Utara, seperti wisata bahari, kuliner, dan kekayaan budaya.
“Kami berharap para wisatawan dapat menikmati keindahan Sulawesi Utara dan kembali lagi di masa mendatang,” ucap Andrei.
Bandara Sam Ratulangi Perkuat Posisi sebagai Pintu Gerbang Indonesia Timur
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Sam Ratulangi Manado, Radityo Ari Purwoko, menyampaikan bahwa dibukanya kembali rute internasional ini merupakan momentum penting bagi pengembangan trafik penerbangan internasional di kawasan timur Indonesia.
“Kami menyambut baik dan memberikan apresiasi atas beroperasinya rute Manado–Taipei oleh maskapai TransNusa. Hal ini menjadi langkah strategis dalam memperluas jaringan konektivitas internasional serta memperkuat posisi Bandara Sam Ratulangi sebagai pintu gerbang udara di kawasan Indonesia Timur,” ujarnya.
Radityo menambahkan bahwa pihaknya terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan operasional dengan mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penumpang, serta memperkuat sinergi dengan seluruh stakeholder penerbangan.
Dengan bertambahnya rute internasional ini, Bandara Sam Ratulangi Manado diharapkan dapat terus berperan strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Sulawesi Utara. Dampak positif terhadap sektor pariwisata, perhotelan, UMKM, dan industri kreatif pun diyakini akan segera terasa, sekaligus mempererat hubungan pariwisata dan kerja sama antara Taiwan dan Indonesia, khususnya Sulawesi Utara.(*)