Headline
Akomodir Gorontalo Buang BMR, Putusan RUPS BSG Dinilai Sarat Politik
MANADO,mediakontras.com – Salah satu hasil keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank SulutGo (BSG) adalah ditetapkannya pengurus baru. Namun, kali ini pun tetap dinilai sebagai keputusan berbau politis dibanding langkah bisnis.
Utamanya dua pendatang baru di jajaran Dewan Komisaris sebagai Komisaris Independen, dinilai sebagai penunjukan mengakomodasi kepentingan lain di luar urusan bisnis.
Demikian pula, terlemparnya Sam Sahrul Mamonto dari kursi komisaris, menambah keganjilan RUPS kali ini.
Demi mengamankan ancaman tuntutan para kepala daerah di Gorontalo, RUPS BSG rela “membuang” andil kawasan Bolaang Mongondow Raya (BMR).
Dari seluruh nama pengurus yang sudah ditetapkan, tak satupun mencantumkan tokoh asal BMR.
Sebelum Sahrul, di jajaran pengurus BSG pernah ada Effendy Manoppo dan kemudian Bukhari Mokoagow.
“Ini aneh dan sarat aroma politiknya,” ujar salah seorang pensiunan BSG menanggapi hasil RUPS itu.
Menurutnya, aneh karena tiga orang yang sudah terbukti Tuntutan Ganti Rugi (TGR) masih dipertahankan menjabat direksi.
“Selain itu, empat Komisaris Indepen tak satupun yang punya basic Bank seperti yang diharuskan OJK (Otoritas Jasa Keuangan), tapi masih nekad dipilih. Ini kan sangat politis,” ujarnya.
Seperti diketahui, RUPS BSG baru saja menetapkan pengurus baru, yaitu :
Dewan Direksi :
Direktur Utama : Revino Pepah
Direktur Umum : Joubert Dondokambey
Direktur Operasional : Louisa Parengkuan
Direktur Dana & Trisuri : Rudiyanto Katili
Direktur Kepatuhan : Mutasi Holdin
Direktur Kredit : Esther Rampengan
Pepah, Dondokambey dan Parengkuan adalah pejabat direksi sebelumnya, sementara Katili merupakan representasi Gorontalo dan Holdin menjadi perwakilan Mega Corpora sebagai pemilik saham terbesar kedua di BSG.
Sedangkan Dewan Komisaris, terdiri dari :
Komisaris Utama : Godbles Sofcar Vicky Lumentut (Komisaris Independen)
Komisaris Independen : Djafar Alkatiri
Komisaris Independen : Jaclyn Koloay
Komisaris Independen : Rania Riris Ismail
Komisaris : Diana ND
Komisaris : Max Kembuan