Breaking News
Ditemukan di Kedalaman 1000 Meter, Korban Ketiga ATR 42-500 Dilaporkan Berupa Potongan Tubuh
MAROS,mediakontras.com – Operasi pencarian korban pesawat ATR42-500 PK THT yang jatuh di medan ekstrem Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan oleh tim SAR gabungan, kembali membuahkan hasil. Dimana tadi siang dilaporkan korban ketiga dari pesawat milik PT Indonesia Transport Air berhasil ditemukan.
Korban ketiga berhasil ditemukan pada pukul 12.30 WITA dalam kondisi yang memprihatinkan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, temuan terbaru ini lebih condong berupa potongan tubuh (body part).
Kepala Basarnas RI Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii kepada wartawan mengatakan jika lokasi penemuan berada di kawasan tebing terjal dan jurang dengan kedalaman ekstrem, yang menjadi tantangan utama bagi para personel di lapangan.
“Korban sudah tiga ditemukan, korban ditemukan jam 12:30 WITA, lebih condong informasi yang saya dapat berupa body part, hampir pelaksana operasi ini ada di tebing dan jurang jadi nanti persisnya nanti kita bisa pers rilis setelah kita mendapatkan data yang lebih detil,” ujarnya saat diwawancarai di Kantor Basarnas Makassar, Rabu malam 21 Januari.

Jenderal bintang tiga itu mengonfirmasi bahwa titik penemuan korban berada di sektor yang sangat sulit dijangkau. Medan operasi didominasi oleh tebing tegak lurus dan jurang yang menganga dalam.
“Saya sampaikan dari kemarin, kedalaman jurang itu lebih dari 1.000 meter. Hampir seluruh pelaksana operasi saat ini berada di posisi tebing dan jurang tersebut,” ujar Syafii.
Mohammad Syafii mengungkapkan, dimana lokasi penemuan ini dilaporkan tidak jauh dari Sektor 1 dan 4. Meski demikian, tim juga tetap melakukan upaya penyisiran secara intensif di Sektor 2 dan Sektor 3 untuk memastikan tidak ada objek yang terlewatkan.
“Saat ini, proses evakuasi tengah berlangsung. Tim berupaya menggeser temuan tersebut ke titik evakuasi yang digunakan pada pagi hari tadi, yang dinilai sebagai jalur tercepat menuju posko utama,” jelasnya.
Untuk mempercepat mobilisasi, pihak berwenang telah menyiagakan armada udara. Pesawat dipastikan dalam posisi standby untuk mengangkut korban maupun serpihan material pesawat yang memungkinkan untuk dibawa.
“Secara prioritas, kita sudah pastikan pesawat standby. Baik untuk evakuasi korban maupun body part yang bisa kita angkut,” tambah Syafii.
Terkait kelanjutan operasi, tim SAR akan terus melakukan evaluasi berkala. Penambahan personel atau penghentian sementara operasi akan diputuskan berdasarkan dinamika cuaca dan kondisi di lapangan.
“Modifikasi tetap masih kita laksanakan tentunya secara berkala, kita evaluasi apakah nanti kita akan tambah, kita hentikan, nanti kita sesuaikan di lapangan,” paparnya.
Sebelumnya dua korban sudah yang ditemukan. Korban pertama berjenis kelamin laki-laki ditemukan pada Minggu (18/1), dan korban kedua ditemukan pada Senin (19/1) yang teridentifikasi merupakan pramugari Florencia Lolita Wibisono.(*)
satu jenazah korban laki-laki yang sebelumnya ditemukan di jurang sedalam kurang lebih 200 meter pada Minggu, 18 Januari 2026, berhasil dievakuasi menggunakan helikopter Basarnas jenis Dauphin HR-360, Rabu pagi (21/01/2026).(Foto: dok Basarnas Makassar)