Connect with us

Manado

“Gigih di Tengah Rawa dan Kesunyian: Kisah Vano, Pahlawan Terang dari Garda Depan PLN di Aceh”

Published

pada

InCollage 20251216 095939306

ACEH, mediakontras.com – Kabut senja mulai menyelimuti permukiman yang masih terendam.

Di tengah genangan air yang menyisakan lumpur dan rongsokan, sorot lampu helm menjadi satu-satunya titik terang.

Di sanalah Givord G. Sengkey, atau yang akrab disapa Vano, bersama timnya bergulat dengan kabel, tiang, dan peralatan berat.

Mereka bukan sedang di lokasi proyek biasa, melainkan di jantung daerah terdampak banjir Aceh, berperang melawan waktu dan keputusasaan untuk mengembalikan denyut listrik.

“Ikut dilibatkan di sini bukan hal luar biasa. Ini tanggung jawab. Tugas kami adalah memberikan yang terbaik, menerangi negeri tepat di tempat yang paling membutuhkan,” ujar Vano, dengan suaranya parau namun penuh keyakinan, di sela-sela istirahat singkat meneguk air mineral.

Pria supel yang sehari-hari bertugas di PLN UP3 Manado, bagian Pelaksana Distribusi dan Koneksi Beban (PDKB) ini, sudah berhari-harat tinggal di tenda darurat.

Latar belakang Sarjana Hukum yang disandangnya justru membuat pilihannya menggetarkan.

Alih-alih mengejar karier di belakang meja, ia memilih merintis jalan penuh risiko di garda terdepan PLN.

“Bagi saya, ini sudah rutinitas. Tapi rutinitas yang selalu baru tantangannya. Setiap bencana, cerita penderitaannya berbeda,” akunya, matanya sesaat menatap hamparan rumah yang rusak.

Drama terbesar, baginya, bukan hanya pada tiang listrik yang roboh atau jaringan yang putus.

“Melihat kondisi warga, hati memang terenyuh. Anak-anak belajar dengan penerangan seadanya, ibu-ibu kesulitan mengolah makanan, suasana malam yang sangat sunyi… itu yang mendesak kami bekerja lebih cepat,” tutur Vano, sementara tangannya tak henti memeriksa alat.

Targetnya satu: memulihkan pasokan listrik secepat mungkin, memutus mata rantai kesulitan yang bertambah setelah air surut.

Di balik seragam lapangan yang kotor, ada seorang suami dan ayah yang merindukan keluarga di Manado.

“Doa dari anak, istri, dan keluarga di Manado adalah energi yang tak pernah padam. Mereka tahu ayahnya sedang berjuang untuk ‘terang’ yang lain. Ini pilihan hidup saya. Untuk menghidupi keluarga, dan lebih dari itu, untuk rasa bangga bisa mengemban amanah ini,” ucapnya, senyum samar mengembang.

Bersama tim PDKB khusus dari Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo (UID Suluttenggo), Vano dan kawan-kawan berjibaku 24 jam nonstop.

“Kami bukan hanya memperbaiki jaringan. Seringkali, kami juga turun membantu evakuasi atau membagikan bantuan logistik. Semua semata untuk meringankan beban saudara-saudara kita di sini,” tegasnya dengan mantap.

Kini, satu per satu lampu mulai kembali menyala di kampung-kampung terpencil Lokasi di Aceh Utara, Kota Loksumawe, Kecamatan Langkahan Aceh.

Setiap nyala itu adalah kemenangan kecil atas kegelapan. Bagi Vano, setiap sorot cahaya yang kembali itu adalah pengobar semangat.

“Kami akan terus berjuang, sampai seluruh negeri tercinta ini kembali terang,” pungkas pria enerjik itu, sebelum kembali menyelam ke dalam keremangan malam, menjadi bagian dari barisan pejuang yang menghadirkan harapan dari balik kegelapan.(*)

1 Comment

1 Comment

  1. Anone

    16 Desember 2025 at 11:24 AM

    Semangattttt kaka2 PLN

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUT TOMOHON
116 Kotamobagu
Pemenang CIMB Niaga
Regarsport
Regarsport
Pegadaian

Sosial Media

/** * Use the following code in your theme template files to display breadcrumbs: */