Connect with us

Headline

Rakor TP3S, Wakil Walikota Sendy Rumajar Mantapkan Inovasi CSSR Menuju Tomohon Zero Stunting

Published

pada

2b20d495 a345 40f8 a124 978b93a7fe26
percepatan penanganan stunting adalah tanggung jawab kita bersama, tidak hanya sektor kesehatan, tetapi lintas sektor, mulai dari pendidikan, sanitasi, pangan, sosial serta pemerintahan

TOMOHON,mediakontras.com –  Wakil Wali Kota Tomohon Sendy G. A. Rumajar, S.E., M.I.Kom. menghadiri dan membuka Rapat Koordinasi Tim Percepatan Pencegahan Penurunan Stunting Daerah Kota Tomohon Tahun 2025, di BPU Kelurahan Talete Satu, Rabu 3 Desember 2025

Tampil sebagai narasumber Murphy Kuhu, S.T.T. selaku Anggota Tim  Percepatan Pencegahan Penurunan Stunting Daerah Kota Tomohon

Wakil Walikota dalam ketika membuka Rakor tersebut mengatakan sebagai ketua tim percepatan pencegahan dan penurunan stunting (TP3S)  tujuan percepatan pencegahan dan penurunan stunting adalah menciptakan generasi Indonesia yang unggul, sehat cerdas dan produktif,.

“Maka Pemkot terus berupaya untuk memberi perhatian bagi generasi Kota Tomohon yang adalah penerus pembangunan daerah dan bangsa,” kata Wawali pilihan rakyat ini.

79c270b0 b52c 47e1 a660 d57dcd43376e
kolaborasi lintas sektor untuk memetakan kasus, percepatan intervensi dan koordinasi TP3S

Stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan. Stunting adalah indikator kualitas generasi kita di masa depan. Anak yang mengalami stunting berisiko memiliki perkembangan kognitif yang terhambat, rentan terhadap penyakit, dan akan berdampak pada kualitas Sumber Daya Manusia kita.

“Karena itu, percepatan penanganan stunting adalah tanggung jawab kita bersama, tidak hanya sektor kesehatan, tetapi lintas sektor, mulai dari pendidikan, sanitasi, pangan, sosial serta pemerintahan,” ujar Sendy Rumajar.

Disebutkannya pula  pencapaian kinerja dalam upaya percepatan pencegahan dan penurunan  prevalensi stunting di kota tomohon, mendapat penghargaan peringkat satu di Provinsi  Sulut yakni 10,5%.

“Kerja kolaborasi adalah kunci karena intervensi, baik intervensi gizi spesifik, maupun intervensi gizi sensitif merupakan bagian prgram/kegiatan bersama yang sifatnya multi sektor,” kata Wawali.

Perpres N0: 72 tahun 2021 mengukuhkan lima (5) pilar utama TP3S yakni :

  • komitmen kepemimpinan politik  dan kepemimpinan nasional dan daerah
  • kampanye nasional dan komunikasi perubahan perilaku konvergensi program pusat dan daerah serta masyarakat
  • ketahanan pangan dan gizi
  • monitoring
  • evaluasi

“Untuk itu, melalui rapat koordinasi TP3S ini,  saya menekankan kembali apa yang akan kita lakukan untuk sasaran zero stunting di Kota Tomohon. Mari kta perkuat lagi kegiatan utama kita yakni “mapalus” kolaborasi lintas sektor untuk memetakan kasus, percepatan intervensi dan koordinasi TP3S, kita mantapkan lagi inovasi-inovasi intervensi melalui aplikasi CSSR (Cegah Stunting Sehat Raga),” ajak Sendy Rumajar.

Hadir juga Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Daerah Kota Tomohon Mareyke Manengkey, S.Pd dan Para peserta rapat.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUT TOMOHON
116 Kotamobagu
Pemenang CIMB Niaga
Regarsport
Regarsport
Pegadaian

Sosial Media

/** * Use the following code in your theme template files to display breadcrumbs: */